'Inggris Bunuh Pemainnya Sendiri'

'Inggris Bunuh Pemainnya Sendiri'

- Sepakbola
Rabu, 09 Feb 2011 08:00 WIB
Inggris Bunuh Pemainnya Sendiri
Kopenhagen - Psy war jelang pertandingan adalah hal biasa yang kerap terjadi. Jelang laga antara Denmark vs Inggris, Morten Olsen menyebut bahwa Inggris telah "membunuh" pemainnya sendiri.

Laga antara Denmark vs Inggris akan dihelat pada Rabu (9/2/2010) waktu setempat di Kopenhagen, Denmark. Olsen, yang merupakan manajer 'Tim Dinamit', memberikan sedikit pandangannya terhadap The Three Lions.

Yang dikomentarinya adalah penampilan Inggris yang jerap jeblok di laga atau turnamen internasional, padahal memiliki skuad yang diisi banyak pemain bagus. Olsen menyebut, pemain-pemain Inggris terbebani secara mental sehingga sulit untuk tampil lepas.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Di sisi lain, fisik pemain-pemain Inggris juga terkuras lantaran Premier League sama sekali tak mengenal winter break.

"Untuk mengatakan 'membunuh' adalah kata-kata yang berat, tapi itu benar adanya," ujar Olsen di ESPN Star.

"Inggris telah mencoba semuanya. Mereka telah memakai dua pelatih asing. Pemain-pemain mereka tak lagi memainkan kick and rush. Mereka telah memainkan sepakbola modern. Secara taktik, mereka fleksibel."

"Apa lagi yang kurang? Mereka butuh istirahat. Saya makan makanan yang sama setiap hari, saya lelah dengan hal itu. Begitu juga dengan sepakbola."

"Anda harus tetap lapar. Anda adalah pemain profesional dan terus melihat ke jam bukanlah sesuatu yang bagus. Anda harus bermain dengan sikap seperti pemain amatir, dengan senyum di wajah Anda."

"Ini sangat sulit bagi pemain-pemain Inggris. Premier League berlangsung selama 11 bulan dan itu sangat menuntut mereka secara fisik."

"Pemain-pemain Inggris punya kualitas dan mereka ingin menunjukkannya, tapi mereka benar-benar kosong," tukasnya.

(roz/arp)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads