Maradona Dilarang Tinggalkan Klinik
Sabtu, 15 Mei 2004 15:10 WIB
Jakarta - Bintang dunia Diego Maradona yang tengah berjuang melawan ketergantungannya dengan obat terlarang, dilarang meninggalkan klinik rehabilitasinya. Larangan ini diberikan oleh hakim yang menangani kasus narkotika Maradona. Usai mengunjungi Clinica Privada tempat Maradona menjalani rehabilitasinya, Hakim Norberto Garcia Vedia mengungkapkan bahwa legenda sepakbola ini dilarang keluar dari klinik sampai pengadilan memutuskan. Seperti diketahui, protes keras sempat dilontarkan Maradona karena dirawat di Argentina. Ia lebih suka perawatan kecanduan kokainnya ini dilakukan di Kuba. Akibat permintaannya tidak dipenuhi, Maradona mengamuk dan terpaksa disuntik obat penenang. "Dia (Maradona) tidak dalam kondisi yang rasional. Keadaannya sedang krisis," ujar Garcia Vedia, seperti dilansir Yahoo, Sabtu (15/5/2004).Sebelumnya dokter pribadi keluarga menggambarkan perawatan yang dijalani adalah kesempatan terakhir bagi Maradona untuk menyingkirkan kebiasaannya menggunakan kokain tersebut. Apalagi, beberapa minggu belakangan ini kondisi kesehatan pria berusia 43 tahun ini makin menurun.Setelah terserang jantung dan saluran pernafasannya, ia kembali dirawat karena masalah terlalu banyak makan yang mengakibat terganggunya jalan pernafasannya lagi. Sementara, hasil program rehabilitasi drug yang dilakukannya di Kuba selama empat tahun tidak memberikan hasil yang berarti. (erk/)











































