Kiprah Heinze bersama MU cuma bertahan selama tiga musim. Bek Argentina ini ngotot minta dijual ke Liverpool--yang ketika itu meminatinya--setelah gagal mendapatkan tempat utama akibat kedatangan Patrice Evra.
Namun Fergie menolak mentah-mentah permintaan Heinze itu. Alasannya jelas, The Reds memang musuh bebuyutan MU di tanah Inggris. Sehingga sang manajer lebih memilih untuk menjual mantan anak buahnya itu ke Real Madrid sebelum akhirnya Heinze hijrah ke Marseille dua musim silam.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pesepakbola Argentina yang kini berusia 32 tahun ini mengakui perseteruan itu adalah salah satu penyesalan terbesar dalam karirnya. Apalagi, Sir Alex sudah berjasa besar dalam karirnya.
"Aku tidak punya banyak penyesalan dalam karirku sebagai pesepakbola, tapi bagian itu dengan Ferguson adalah satu dari penyesalan itu,"ucap bek Marseille itu kepada Soccernet. "Aku impulsif dan berkemauan keras dan ini sering membuatku dalam masalah, seperti yang ku alami ketika meninggalkan United.
"Jika berkaca, mudah saja melihat betapa besar pengaruh Ferguson dalam karirku, dalam hal yang positif. Dia membuat setiap pemain lebih berusaha keras dan loyal kepada klub.
"Dia menuntut setiap pemainnya untuk bekerja keras dan aku minta maaf kalau kami punya masalah di hari terakhirku (disana) karena aku masih sangat menghormati dia,"pungkas Heinze.
Sementara untuk pertandingan ini, Heinze mengaku sudah tidak sabar untuk kembali ke Old Trafford untuk pertama kalinya. Hal itu akan dilakukannya saat MU gantian menjamu Marseille di leg II.
"Aku tak sabar lagi untuk kembali ke lapangan di Old Trafford karena ini adalah klub yang istimewa, seperti halnya Real Madrid.
"United adalah klub yang dibangun dalam kesuksesan. Itu adalah warisan, legenda-legenda, banyak trofi tapi buatku Old Trafford juga sangat manusiawi dan tempat yang hangat.
Foto: Gabriel Heinze saat masih memperkuat Manchester United tahun 2007. (AFP)
(rin/arp)











































