Jangan Berpikir Takkan Seru

Preview Porto Vs Monaco

Jangan Berpikir Takkan Seru

- Sepakbola
Rabu, 26 Mei 2004 12:01 WIB
Jakarta - Kata orang final Liga Champions musim ini tidak seru, tidak menampilkan tim-tim raksasa. Tidak ada Real Madrid, AC Milan, Manchester United atau Juventus, yang notabene punya tradisi bagus di turnamen ini.Bahkan keempat tim favorit tersebut sudah lenyap sejak babak perempatfinal. Mereka digantikan Porto, Monaco, Chelsea, dan Deportivo La Coruna, sebelum dua yang terakhir kalah di babak semifinal.Ada benarnya bahwa final kali ini kurang glamor. Deretan pemain bintang di kedua kesebelasan relatif bisa dihitung dengan jari. Seorang Dado Prso atau Ludovic Giuly, misalnya, relatif baru ngetop musim ini. Playmaker hebat Porto, Deco, di negaranya masih tertutup nama besar Rui Costa atau Luis Figo.Tapi dari segi teknis kedua tim ini tidak perlu diragukan. Kalau jelek, tentu takkan lolos ke final bukan? Tengok Porto. Mereka ini pasukan yang menyingkirkan raksasa Inggris Manchester United dan juara Prancis Olympique Lyon, serta menekuk si penakluk juara bertahan AC Milan, Deportivo. Porto juga menjadi tim Eropa pertama yang sanggup membobol gawang Depor di Stadion Riazor sejak November 2002.Monaco? Sensasinya tidak kalah. Usai menorehkan rekor kemenangan 8-3 atas Depor di penyisihan grup, mereka mempermalukan juara sembilan kali Real Madrid di babak perempatfinal. Selanjutnya, Chelsea, tim bertabur bintang dan klub paling boros tahun ini, dibekap di semifinal. Ditambah oleh motivasi kuat kedua kontestan untuk juara, rasanya tidak ada alasan pertandingan final nanti berjalan tidak menarik, kecuali di antara mereka terlalu takut kalah sehingga menampilkan permainan negatif. Tapi sejauh ini Porto dan Monaco tergolong konsisten dalam memperagakan permainan menyerang.Porto didukung oleh pemain-pemain yang powerful plus dikomandoi pelatih muda nan cerdas, Jose Mourinho. Monaco memiliki kolektivitas bermain bagus dan dipoles seorang Didier Deschamps, kapten timnas Prancis sewaktu menjuarai Piala Dunia 1998 dan Piala Eropa 2000.Jadi, apa yang akan jadi kunci kemenangan? β€œAnak-anak capek mendengar hal ini, tapi Anda takkan memenangi pertandingan besar jika tak mampu mengendalikan emosi,” tukas Mourinho, yang kemungkinan besar musim depan akan melatih Chelsea.β€œKalau Anda tak bisa cool, sulit buat menang. Ini adalah pertandingan terpenting pada level klub dan Anda harus bermain dengan ketenangan.β€β€œKontrol diri sangat penting,” timpal Deschamps. β€œPara pemainku tahu, dan saya akan mengulang hal ini pada mereka, bahwa mereka tak boleh melakukan apapun yang bisa mendatangkan sanksi dari wasit,” tambahnya, mengacu pada kartu merah yang diterima kiper Marseille Fabien Barthez dalam final Piala UEFA pekan lalu.Porto pernah satu kali menjuarai Piala Champions pada tahun 1987 dan musim lalu merengkuh Piala UEFA. Jika klub Portugal ini juara, mereka menjadi tim pertama yang dua kali berturut-turut meraih tropi Eropa setelah Liverpool pada 1976 dan 1977.Bagi Monaco ini adalah final pertamanya dalam sembilan keiikutsertaan di Liga Champions. Tapi klub Prancis ini punya Deschamps yang pernah dua kali merasakan gelar Liga Champions sewaktu memperkuat Olympique Marseille (1993) dan Juventus (1996). Morientes juga mencicipi tropi yang sama bersama Real Madrid di tahun 1998, 2000, dan 2002. Di ajang ini duel antara klub-klub Portugal versus Prancis sudah terjadi 71 kali dengan hasil Portugal menang 29 dan Prancis 24. Tapi Porto dan Monaco belum pernah bertemu. Rekor Monaco bertanding melawan tim-tim Portugal adalah empat kali menang, sekali seri, dan sekali kalah.Adapun rekor Porto melawan klub-klub Prancis adalah 9 kali menang, 5 seri, dan 4 kalah. Tapi musim ini mereka selalu bisa menaklukkan tim-tim Prancis, yakni Marseille di penyisihan grup dan Lyon di perempatfinal. Kemungkinan susunan pemain:Porto - 99-Vitor Baia; 22-Paulo Ferreira, 2-Jorge Costa, 4-Ricardo Carvalho, 8-Nuno Valente, 6-Francisco Costinha, 18-Maniche Ribeiro, 23-Pedro Mendes, 10-Deco Souza, 11-Derlei Silva, 77-Benni McCarthy. Monaco - 30-Flavio Roma; 4-Hugo Ibarra, 27-Julien Rodriguez, 19-Sebastien Squillaci, 3-Patrice Evra, 32-Gael Givet, 7-Lucas Bernardi, 14-Edouard Cisse, 8-Ludovic Giuly; 10-Fernando Morientes, 25-Jerome Rothen. Wasit: Kim Milton Nielsen (Denmark). (a2s/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads