FIFA Diminta Buat Larangan Menyundul Bola
Rabu, 26 Mei 2004 17:10 WIB
Jakarta - Mungkinkah tidak ada sundulan dalam permainan sepakbola? Bagaimana jika benar bahwa menyundul itu berbahaya bagi otak?Sebuah penelitian yang dilakukan oleh seorang ahli syaraf mengungkapkan, menyundul bola dengan kepala ternyata mengakibatkan kerusakan otak. Sebab itu FIFA didesak untuk segera membuat aturan dilarang menyundul bola.Memang sudah lama menjadi prasangka bahwa menyundul bola dengan kepala bisa mengakibatkan kerusakan otak dan syaraf. Tetapi hal tersebut masih belum bisa dibuktikan. Namun belum lama ini seorang neuropsychologist asal Australia Rod Markham meminta FIFA untuk segera membuat larangan menyundul bola. Pasalnya, ia berhasil mengumpulkan bukti-bukti bahwa menyundul bola dengan kepala memang bisa mengakibatkan kerusakan otak.Penelitian Markham ini dilakukannya di seluruh dunia dan ia berani menyimpulkan bahwa otak dan leher seorang pemain bola rentan kerusakan jika terlalu sering memainkan bola dengan kepala.Cedera yang bisa ditimbulkannya tergantung dari frekuensi banyaknya sudulan, massa kepala orang tersebut, ukuran, kecepatan dan tekanan udara bola termasuk sudut yang dibuatnya saat menyundul bola. Menurut Markham, semakin lama ia melakukan penelitian, semakin terbukti bahwa menyundul bola bisa merusak otak dan trauma pada leher."Yang paling buruk justru saat para pemain saling beradu kepala memperebutkan bola di depan gawang. Hal itu sama saja ketika otak menerima tekanan saat kepala membentur tembok. Menyundul bola ke kepala dengan kuantitas tertentu juga bisa berakibat buruk, meski hasilnya baru terlihat belakangan," jelas Markham, seperti dilansir reuters, Rabu (26/5/2004).Pada penelitiannya tahun lalu di Amerika Serikat, Markham mengungkapkan hasil studi banding yang dilakukannya di sebuah klub sepakbola SMU, para pemainnya mengalami krisis konsentrasi, berkurangnya fleksibilitas dan intelektual, dibandingkan dengan para murid yang tidak bermain sepakbola.Selain itu, bukti yang paling menguatkan adalah meninggalnya mantan pemain tim nasional Inggris Jeff Astle pada Januari 2002 lalu. Beberapa bulan kemudian baru terungkap bahwa Astle meninggal karena menderita kerusakan syaraf akibat terlalu sering menggunakan kepalanya untuk menyundul bola selama ia berkarir."Oleh karena itu, saya minta untuk mempertimbangkan adanya larangan menyundul bola dalam setiap pertandingan. Mengingat efek kerusakan otak yang ditimbulkannya, baik yang kumulatif, akut atau yang jangka lama bisa sangat membahayaan jiwa," demikian isi surat Markham kepada FIFA.Jika sanksi tidak bisa dikeluarkan FIFA, Markham sendiri menyarankan agar para pemain untuk memakai pelindung kepala. Langkah ini diambil untuk mengurangi efek kerusakan syaraf otak. (erk/)











































