Lupakan Periode Kelam, Ribery Bersiap Bangkit

Lupakan Periode Kelam, Ribery Bersiap Bangkit

- Sepakbola
Selasa, 22 Mar 2011 04:09 WIB
Lupakan Periode Kelam, Ribery Bersiap Bangkit
Paris - Terjerat kasus prostitusi di bawah umur dan gagal mengantar Prancis tampil baik di Piala Dunia menjadi catatan terhitam Franck Ribery di tahun 2010. Kini dia siap untuk bangkit dan membayar kesalahan yang sudah dibuat.

Hanya beberapa bulan sebelum gelaran Piala Dunia 2010 Ribery harus berurusan dengan pihak kepolisian. Itu terkait skandal seks yang melibatkan dirinya dengan seorang wanita penghibur yang ternyata masih di bawah umur.

Kasus tersebut membuat Ribery mendapat cap buruk dari fans Pancis dan Bayern Munich. Apalagi di Afrika Selatan 2010 dia dan Les Bleus tampil mengecewakan dengan langsung tersingkir di babak fase grup.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Dalam kehidupan pribadi saya, dalam kehidupan saya sebagai pesepakbola, saya mengacaukannya. Saya melangkah di jalan yang salah, saya kehilangan diri saya sendiri. Saya menyakiti orang-orang yang menyayangi saya, saya mengecewakan dan mengejukan yang lainnya. Saya marah pada diri saya sendiri dan saya meminta maaf untuk hal itu. Itu benar kalau kami membuat kesalahan di Afrika Selatan, kami tak melakukannya dengan cara yang benar," sesal Ribery.

Ribery kemudian juga dijatuhi hukuman larangan menjalani laga internasional bersama timnas Prancis menyusul tuduhan dia, bersama empat pemain lainnya, menggalang aksi mogok saat di Piala Dunia 2010.

Setelah periode hukuman tersebut terlewati, dan pulih dari cedera yang sempat memaksanya absen dari pemanggilan timnas, Ribery akan menjalani comeback-nya pada akhir pekan ini menghadapi Luxemburg dalam Kualifikasi Piala Eropa 2012. Di kesempatan tersebut pemain Bayern Munich itu dia berharap akan menjalani sebuah lembaran baru dalam karir sepakbolanya.

"Hukuman itu sudah datang, segala jenis hukuman, secara manusiawi dan yang lain. Kam harus membayar itu, itu sesuatu yang normal. Tapi seperti saya katakan, ayo berganti halaman dan berbicara soal masa depan."

"Saya cukup beruntung menjadi pemain yang mendapat apresiasi dan cinta dari fans Prancis. Saya sudah banyak menderita dan saya masih menderita karena kehilangan status istimewa dalam hubungan dengan mereka. Saya ingin mendapatkannya kembali," tuntas Ribery seperti diberitakan Yahoosports.

(din/nar)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads