Seperti sudah diketahui, Libya saat ini tengah dikungkung perang saudara antara mereka yang ingin Moammar Khadaffi mundur dan mereka yang masih loyal terhadap pemimpin yang sudah berkuasa 42 tahun itu.
Ribuan orang sudah kehilangan nyawa dalam sejumlah pertempuran. Pasukan Sekutu yang terdiri dari Prancis, Inggris dan Amerika Serikat memperburuk situasi dengan menyerang sejumlah titik.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Paquet mengaku tidak tahu apakah semua pemain-pemainnya bisa berkumpul di Tunisia mengingat situasi keamanan yang tidak pasti.
"Ada tiga pemain yang tinggal di Benghazi (kota terbesar kedua setelah Tripoli di mana konflik terjadi sangat hebat--red)," ujar Paquet seperti yang diwartakan Sky Italia.
"Saya tidak tahu apakah mereka bisa mencapai Tunisia," pasrah Paquet yang berkebangsaan Brasil tersebut.
Pertandingan melawan Comoros sendiri sebenarnya dijadwalkan digelar di Tripoli pada Jumat (25/3). Namun karena alasan keamanan, laga itu diundur jadi Sabtu (26/3) dan tempatnya dipindah ke Bamako, Mali.
(arp/rin)











































