Partai Hot Piala Eropa 2004
Jumat, 04 Jun 2004 15:10 WIB
Jakarta - Delapan hari lagi kick off Piala Eropa 2004. Bola berkelir perak "Roteiro" siap disepak untuk menyihir jutaan penghuni planet Bumi. Wow! babak penyisihannya saja sudah menjajakan laga seru. Ini dia:Spanyol vs PortugalSpanyol dan Portugal. Selain kedekatan letak geografisnya, dua negara Semenanjung Iberia ini memiliki banyak kesamaan kultur. Seperti jodoh, dua negara bertetangga ini juga mengantongi latar belakang ekonomi dan politik hampir serupa. Keduanya merupakan negeri miskin di Eropa Barat dan sama-sama pernah mengalami kepemimpinan diktator. Akur dalam hal lain tak demikian dengan sepakbola. Dua negara ini cukup sekali berjibaku baik di ajang persahabatan maupun ajang resmi. Spanyol boleh sedikit berbangga karena dari 34 pertemuan, mereka masih unggul dengan rekor pertemuan 16 kemenangan, 12 seri, dan hanya 6 kekalahan. Terakhir Raul Gonzalez dkk mampu mempecundangi Portugal 3-0 dalam sebuah partai persahabatan di Guimarres tahun 2003 lalu.Namun itu setahun lalu. Jika andalan Spanyol sekarang adalah muka lama seangkatan Raul yang performanya tengah menurun, kini Portugal semakin mantap dengan generasi baru yang lahir di penghujung tahun 1980-an. Generasi suksesor "Generasi Emas". Tak percaya? Tengoklah prestasi dua klub papan atas yang menyumbang pemain terbanyak buat kedua kubu, yaitu Real Madrid dan FC Porto.Real, yang pernah jadi kampiun Eropa sebanyak 9 kali, sangat memble prestasinya musim ini. Tanpa satu pun gelar utama ditambah lima kekalahan beruntun yang membuat mereka terperosok ke posisi empat menjadi catatan terburuk sepanjang sejarah klub yang berbasis di Madrid itu.Berbanding terbalik dengan Real, Porto berhasil menjadi yang terbaik dalam ajang paling bergengsi Eropa, Liga Champions. Tak hanya itu mereka juga mampu mencatat double setelah sebelumnya juga memenangkan gelar Liga Portugal. Luar biasanya mereka mampu mengulang prestasi musim lalu yaitu juara di dua ajang, Piala UEFA dan Piala Portugal.Di ajang Piala Eropa, keduanya terakhir bertemu sepuluh tahun lalu pada babak penyisihan grup di Prancis. Meski pada pertemuam itu kedua tim bermain seri, Spanyol bernasib lebih baik karena mereka mampu melaju hingga ke babak final sebelum dikalahkan tuan rumah dengan Michael Platininya 2-0.Kini selain didukung oleh para pemain yang menjadi juara Eropa, Portugal bermain di hadapan publiknya sendiri. Mampukah mereka menjungkalkan tetangganya itu dalam partai di Stadion Jose Alvalade, Lisbon 20 Juni 2004 mendatang?Prancis vs InggrisInilah pertemuan dua negara empunya sepakbola di Eropa. Inggris boleh mengklaim sebagai negara yang melahirkan olahraga bola sepak, tapi Prancis juga boleh berbangga karena di negara inilah lahir dua organisasi besar (FIFA dan UEFA) yang menjadikan sepakbola menjadi permainan yang mendunia.Karena alasan ini, tak heran jika kedua negara memiliki aroma persaingan yang kental dalam setiap pertemuan di ajang resmi maupun persahabatan. Menilik sejarah pertemuan Inggris masih unggul dengan rekor 18 kemenangan, 4 seri, dan 5 kalah.Pertemuan resmi terakhir adalah dalam babak penyisihan grup di Piala Eropa 1992. Kala itu kedua tim berbagi angka 0-0 dan sama-sama gagal melaju ke babak semifinal setelah kalah bersaing dengan tuan rumah Swedia dan Denmark yang kemudian menjadi juara. Sementara pertemuan tak resmi terakhir terjadi di Prancis tahun 2000 yang berakhir 1-1 lewat gol-gol Emmanuel Petit dan Michael Owen.Secara prestasi, enam tahun terakhir Prancis memang lebih unggul. Koleksi satu tropi Piala Dunia dan satu tropi Piala Eropa menunjukkan kemampuan Zinedine Zidane dkk. Namun perlu dicatat, Prancis merengkuh dua tropi paling bergengsi itu tanpa bertemu dengan Inggris.Artinya kalau Prancis harus melewati Inggris untuk menggapai dua tropi itu, belum tentu Prancis mampu. Pun ketika Prancis punya seorang maestro sekelas Michael Platini, Inggris masih bisa mengimbangi dengan mengalahkan Platini dkk 3-1 di Piala Dunia Spanyol tahun 1982.Imbang di pertemuan paling terakhir seperti menunjukkan kualitas dua tim. Ya, jika di Prancis ada Zinedine Zidane, di Inggris ada David Beckham. Jika Les Blues punya striker setajam Thierry Henry, Inggris punya Michael Owen.Laga ini akan berlangsung di Stadion Luz Lisbon, 13 Juni 2004.Belanda vs JermanBelanda kontra Jerman? Aha! ini duel menjanjikan. Menawarkan visualisasi konsep sepakbola yang berbeda. Selain juga menjajakan kemungkinan kontroversi.Masih ingat bagaimana Frank Rijkaard meludahi Rudi Voeller Piala Dunia 1990? Itu hanya sekelumit kontroversi dari duel negara tetangga itu. Bagi Belanda, tentu masih membayang kenangan menyesakkan ketika dihajar di Stadion Olimpiade Munich saat final Piala Dunia 1974. Musibah itu bertamu ketika totaalvoetbal sedang berada masa-masa paling menyala. Jerman juga tidak bakal membiarkan semifinal Piala Eropa 1988 lewat dari memorinya. Saat dimana gol Marco Van Basten semenit menjelang pertandingan berakhir membunuh harapan Panser merangsek ke final. Sialnya pukulan itu di justru datang di Hamburg, di kandang sendiri. Konsep dua tim bebuyutan ini memang berbeda. Jerman, adalah tim yang awet sebagai diesel dengan gaya staying power. Jerman adalah tim dengan mentalitas dan power tangguh. Ajiannya, tim ini jago turnamen. Hal yang kontra revolusioner dengan Belanda. Belanda adalah tim yang entah kenapa tipikal bukan tim turnamen. Tim Oranye ini seringkali bermain indah, eksplosif, elastis, menyerang sepanjang pertandingan dan punya start bagus. Ironisnya, impian untuk mencium tropi seringkali terganjal konflik tim dan adu titik 12 pas. Belanda kalah adu penalti di beberapa turnamen besar seperti Piala Eropa 1992, Piala Eropa 1996, Piala Eropa 2000 dan Piala Dunia 1998. Sinting bukan? Padahal mereka sungguh sering diunggulkan. Seperti biasanya, Belanda tahun ini datang dengan tim penuh talenta sekaligus senior yang makan asam garam. Tapi lagi-lagi pertanda konflik tim seperti sering terjadi kembali muncul. Kali ini Clarence Seedorf yang hanya mau ditempatkan sebagai penyerang lubang. Kasus ini potensial berbahaya seperti halnya Piala Dunia 1998 (Cruyff dan Van Hanegem menolak tampil), Piala Dunia 1990 (pemain menolak pelatih Thijs Libregts), Piala Dunia 1994 (Ruud Gullit mengkritik taktik Dick Advocaat) dan Piala Eropa 1996 (Guus Hiddink memulangkan Edgar Davids).Sebaliknya Jerman datang dengan tim yang kurang meyakinkan. Mereka tidak punya leadership karena situasi Michael Ballack yang sedang menurun dan Oliver Kahn yang blundernya menyingkirkan Munich di dua momen penting. Akan tetapi, Jerman tetaplah tim turnamen yang meski pansernya disebut mogok, tetap saja bisa menggilas lawannya. Catat, duel menarik ini berlangsung 15 Juni nanti di Stadion Dragao, Porto. Partai terakhir 20 November 2002, Belanda menekuk Jerman 3-1. Laga terakhir di Piala Eropa berlangsung 12 tahun lalu saat Belanda juga melindas Jerman 3-1 lewat gol Frank Rijkaard, Rob Witschge dan Dennis Bergkamp. (tis/)











































