FIFA Desak Brasil Bekerja Lebih Cepat

Piala Dunia 2014

FIFA Desak Brasil Bekerja Lebih Cepat

- Sepakbola
Selasa, 29 Mar 2011 03:09 WIB
FIFA Desak Brasil Bekerja Lebih Cepat
Jenewa - Piala Dunia 2014 di Brasil masih akan dihelat tiga tahun lagi, tapi bukan berarti si tuan rumah bisa santai-santai saja. Presiden FIFA Sepp Blatter bahkan meminta mereka bekerja cepat.

Sebagai patokannya, Blatter mengharapkan beberapa stadion utama di Brasil sudah bisa digunakan utnuk Piala Konfederasi. Seperti diketahui, Piala Konfederasi biasanya digelar setahun sebelum Piala Dunia.

Blatter mengharapkan setidaknya dua stadion utama di Rio de Janeiro dan Sao Paulo sudah bisa selesai pada 2013. Masalahnya, pengerjaan kedua stadion di sana dianggapnya berjalan lambat.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Jika Brasil terus bekerja seperti ini, tak akan ada pertandingan di Rio de Janeiro dan Sao Paulo pada Piala Konfederasi," ujarnya seperti dilansir Reuters.

Blatter lantas menggambarkan, Brasil masih menganggap bahwa perhelatan Piala Dunia akan dihelat pada esok lusa. Sementara dirinya menilai, event empat tahunan itu akan digelar besok.

"Saya ingin mengatakan kepada rekan-rekan saya di Brasil bahwa Piala Dunia 2014 akan dilangsungkan besok. Tapi mereka berpikir bahwa itu akan dihelat esok lusa."

"Kami berharap pada kepercayaan kecil, banyak hal tak berjalan dengan cepat," tukasnya.

Menanggapi kekhawatiran Blatter, Menteri Olahraga Brasil Orlando Silva meyakinkan bahwa negaranya akan menyelesaikan PR mereka tepat waktu. Silva bahkan meyakinkan bahwa Brasil akan menjadi tuan rumah yang baik.

"Saya yakin, dia akan kembali yakin bahwa Brasil akan menggelar Piala Dunia yang bagus."

"Kami punya 10 dari 12 stadion berada dalam pengerjaan penuh. Kami yakin, mayoritas stadion akan ditunjukkan kepada FIFA sesuai dengan batas waktu yang sudah disetujui dengan mereka," tukas Silva.

=============

Foto: Stadion Maracana di Rio de Janeiro terlihat dari udara. Salah satu stdion terbesar di dunia itu kini tengah direnovasi untuk Piala Dunia 2014. (Reuters)


(roz/krs)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads