Konflik Internal Hantam Ajax

Konflik Internal Hantam Ajax

- Sepakbola
Kamis, 31 Mar 2011 10:04 WIB
Konflik Internal Hantam Ajax
Amsterdam - Manajemen Ajax Amsterdam tengah goncang. Konflik internal dengan Johann Cruyff membuat anggota dewan direksi klub ramai-ramai mengundurkan diri. Sebenarnya apa masalah yang terjadi?

Pengunduran diri anggota dewan direksi tersebut dikonfirmasi oleh Ajax melalui situs resminya. "Mereka mengumumkan pengunduran diri pada pertemuan dengan anggota dewan klub, Rabu malam ini (Kamis 31/3/2011 dinihari WIB--red)," demikian bunyi keterangan tersebut.

Seperti diberitakan Guardian, masalah ini dipicu oleh permintaan Johann Cruyff agar pelatih Frank de Boer diberikan wewenang lebih luas. Cruyff sendiri menjabat sebagai penasihat teknis, finansial, dan asosiasi di Ajax sejak Februari silam.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pemain Ajax era 1970-an tersebut kemudian menemui dewan direksi klub dan menyarankan adanya penggantian personel dan juga sistem dalam organisasi yang dibutuhkan bila klub berjuluk De Godenzonen ingin kembali berjaya. Ia juga meminta agar mantan-mantan pemain Ajax seperti Dennis Bergkamp dan Wim Jonk juga diberi peran dalam tim.

"Pada hari Kamis 24 Maret 2011 dalam pertemuan antara manajemen klub Ajax dan dewan anggota situasinya menjadi jelas bahwa dewan direksi harus melaksanakan saran yang diberikan oleh Johan Cruijff, termasuk konsekuensi terhadap personel."

"Dewan direksi klub akhirnya bertanggung jawab atas kebijakan dan mengatakan kepada anggota dewan klub bahwa dewan direksi tidak siap untuk mengemban tanggung jawab ini. Dewan pengawas mendukung keputusan dewan direksi," lanjut keterangan klub dari ibukota Belanda tersebut.

Mereka yang mengundurkan diri adalah Uri Coronel (chairman), Cor van Eijden, dan Joop Krant. Langkah itu juga diikuti dua anggota dewan pengawas yaitu Frank Eijken dan Jan Haars.

"Anggota dewan direksi Ajax, Uri Coronel, Cor van Eijden dan Joop Krant merasa bahwa proses tersebut secara khusus bisa melanjutkan situasi buruk bagi klub dan sebagai akibatnya bisa benar-benar merusak Ajax. Dengan pengunduran diri ini, mereka berharap sebagai bentuk tanggungjawab dan memberikan klub ruang untuk memperbaiki situasi dan keluar dari masalah ini."

Cruyff sendiri menyesalakan pengunduran diri dari dewan direksi. "Saat anggota dewan direksi klub mundur, itu jelas tidak baik bagi klub," ujar pria yang pernah menukangi Ajax tahun 1985-1988 tersebut.

Ajax sudah tidak pernah lagi memenangi Liga Belanda sejak 2004 dan Liga Champions sejak 1995. Ada pun trofi terakhir yang diraih tim berseragam merah-putih itu adalah KNVB Cup musim 2009/2010.

(nar/arp)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads