Jelang Euro 2004
Keamanan Seharga 17 Juta Euro
Rabu, 09 Jun 2004 14:05 WIB
Jakarta - Guna melindungi 16 negara peserta Euro 2004, pihak tuan rumah Portugal tidak tanggung-tanggung merogoh koceknya. Dana sebesar 17 juta euro atau 194 miliar rupiah dialokasikan untuk keamanan.Dana operasional keamanan yang besar ini memang sudah ditetapkan oleh pemerintah untuk menjaga salah satu event olahraga terbesar di dunia tersebut. 700 lebih personel tambahan disewa untuk menjaga turnamen sepakbola Eropa itu selama tiga minggu ke depan. Total 20 ribu polisi dan bantuan dari militer akan berpatroli di jalan-jalan selama Euro berlangsung. Sementara di dalam stadion, pihak panitia rencananya akan menempatkan seribu personel di setiap pertandingan yang digelar 12 Juni hingga 4 Juli mendatang.Para personel itu dilengkapi fasilitas penunjang keamanan lainnya seperti peluru karet, gas air mata dan kendaraan water cannon. Selain itu, persiapan keamanan Portugal tidak hanya difokuskan di darat saja. Wilayah laut dan udara juga menjadi perhatian.Kapal perang Angkatan Laut Portugal siap melindungi wilayahnya. Jet tempur F-16 disiaakan untuk mengamankan zona larangan terbang yang bakal diberlakukan di 10 titik perlehatan pertandingan Piala Eropa.Sementara itu pihak Organisasi Keamanan Negara Atlantik Utara (NATO) bersedia menyediakan pesawat mata-matanya AWACS yang bisa mendeteksi objek yang terbang rendah dari jarak lebih dari 400 kilometer. Perdana Menteri Portugal Jose Manuel Durao Barroso berulang kali menegaskan bahwa pihaknya mengerahkan berbagai upaya maksimala untuk mengamankan Euro 2004."Kami berusaha keras untuk bisa menjamin keamanan. Ini adalah usaha kami yang pertama kali dengan melibatkan begitu banyak pihak agar bisa mensukseskan event ini," ungkap Barroso seperti dilansir AFP, Rabu (9/6/2004). Portugal tampaknya bertekad kuat menghilangkan segala bentuk perusakan selama event tersebut. Kampung Luis Figo ini tidak ingin memetik hasil buruk yang pernah dialami Belgia saat Euro 2000 lalu. Saat itu ratusan massa mengamuk dan merusak fasilitas umum. Kebanyakan dari massa itu adalah para suporter Inggris alias hooligans.Pemerintah telah memperkirakan sebanyak setengah juta turis asing akan datang ke Portugal selama pertandingan. Jumlah itu bakal terus meningkat hingga 1,4 juta saat menjelang partai puncak. (erk/)











































