Johansson Khawatir Fans Inggris
Sabtu, 12 Jun 2004 02:02 WIB
Jakarta - Presiden Assosiasi Sepakbola Eropa (UEFA) Lennart Johansson secara resmi membuka putaran final Euro 2004 Portugal, Jumat (11/6/2004). Namun ia mengungkapkan keresahannya melihat mulai berdatangannya para penggemar Inggris.Berbicara di depan konfrensi pers di Estadio do Dragao di kota Porto, Johansson menyatakan bahwa perhelatan Euro 2004 putaran final Euro 2004 secara resmi dibuka dengan pencapaian yang luar biasa oleh panitia. "Dengan total 1.2 tiket juta yang telah terjual dan relai televisi oleh ratusan ribu penggemar di seluruh dunia, persiapan yang telah dilakukan untuk turnamen ini sangat luar biasa," ungkap Johansson kepada situs resmi Euro 2004. Menurut ketua pelaksana Gilberto Madail, sekitar 97 persen atau sebanyak 1,2 juta buah tiket pertandingan telah terjual. Dari jumlah itu ada 25 pertandingan (dari total 31 pertandingan) yang tiketnya telah terjual habis alias sold-out. Namun bersamaan dengan pembukaan perhelatan empat tahunan ini, Johansson mengungkapkan keresahannya soal kedatangan para penggemar Inggris ke kota-kota di Portugal. "Kami harus bersiap kali ini dan pemerintah Inggris mengetahui 80 persen warganya yang mengadakan perjalanan ke Portugal," ungkap pria asal Swedia itu seperti dikutip Reuters. "Namun demikian kami telah menempatkan soal keamanan di prioritas teratas. Kami semua tahu apa yang terjadi dengan para penggemar Inggris di Charleroi (Belgia) tahun 2000 lalu, dan saya sepenuhnya berharap kalau saya tak perlu mengalami situasi seperti itu lagi," lanjutnya. Pernyataan Johansson bertepatan dengan terjadinya peristiwa penangkapan 22 penggemar Inggris yang diidentifikasi sebagai trouble maker di kota Algarve. Pihak kepolisian Inggris yang bekerjasama dengan kepolisian Portugal tampaknya tak mau mengulangi kejadian empat tahun lalu ketika para penggemar yang mabuk menghancurkan beberapa bar dan membuat resah penduduk kota Charleroi. "Inggris telah mendapatkan kartu kuning karena ulah para penggemarnya, dan saya sungguh-sungguh berharap kalau itu takkan menjadi kartu merah, namun saya pikir semuanya telah menyiapkan persiapan yang baik dari sebelumnya," ungkap pria berkedudukan tertinggi UEFA itu."Berdasarkan pembicaraan yang telah kami lakukan dengan FA dan pelatih Sven-Goran Eriksson, saya benar-benar berharap kalau takkan ada yang bisa memaksa kami untuk mengambil langkah drastis misalnya mengeluarkan mereka dari kompetisi," imbuhnya. Hooliganisme penggemar Inggris ini memang menjadi perhatian khusus dari UEFA. Pasalnya masalah itu sangat berkaitan dengan keamanan penyelenggaraan turnamen. Soal keamanan sendiri pihak Portugal telah memutuskan untuk tak bersikap tanggung. Total 17 Juta Euro (Sekitar Rp 1,93 Trilyun!) dihabiskan untuk mengamankan turnamen yang diikuti 16 negara dari seluruh penjuru Eropa itu. (mel/)











































