Bin Hammam akan bertarung dengan Sepp Blatter dalam pemilihan Presiden FIFA. Jika menang, Bin Hammam bakal menggantikan Blatter yang sudah memimpin sejak 1998--ketika itu Blatter menjadi presiden usai menggantikan Joao Havelange.
Bagi Bin Hammam, abstainnya Inggris sangat mengecewakan. Ia menyebut bahwa Inggris tidak berpartisipasi untuk membuat perubahan dari dalam.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Jadi, selalu mengecewakan ketika seseorang memilih untuk tidak terlibat dengan yang lainnya, ketika federasi nasional kita mengambil keputusan untuk tidak terlibat perubahan dari dalam."
"FA (Federasi Sepakbola Inggris), dengan statusnya sebagai federasi sepakbola tertua di dunia, dan posisi Inggris sebagai tempat kelahiran sepakbola modern, adalah salah satu institusi paling penting dalam dunia sepakbola."
"Sebagai kesimpulannya, mereka harus bekerjasama dengan FIFA dan olahraga ini secara keseluruhan untuk mengembangkan sepakbola."
"Dengan memilih abstain, sayangnya, FA telah memilih untuk meninggalkan hak untuk mengembangkan permainan itu," tukas Bin Hammam.
Inggris memilih abstain setelah kecewa lantaran kalah dalam pemilihan tuan rumah Piala Dunia 2018. Mereka kemudian menuding sejumlah nama petinggi FIFA yang mereka sebut menerima suap untuk memenangkan salah satu calon tuan rumah.
(roz/mfi)











































