Bin Hammam dihadapkan pada pemeriksaan setelah dia dan Jack Warner (Presiden CONCACAF) dituduh terlibat dalam kasus suap. FIFA menuding pria yang masih menjabat sebagai presiden AFC tersebut menawarkan uang suap sebesar US$ 40.000 pada seorang ofisial dari Asosiasi Sepakbola Karibia.
Tuduhan lain menyebutkan kalau pria asal Qatar tersebut juga menawarkan uang sebanyak US$ 2 juta pada delegasi dari Trinidad.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Terkait situasi terkini yang juga sudah diungkapkan oleh Presiden FIFA incumbent Joseph Blatter, Mohamed Bin Hammam meminta proses investigasi diperluas dengan memasukkan Mr Blatter ke dalamnya," demikian pernyataan Blatter melalui juru bicaranya.
"Waktu datangnya tuduhan yang sangat dekat dengan pemilihan Presiden FIFA pada 1 Juni, menunjukkan kalau ada rencana untuk merusak Mr Bin Hammam dan memaksa dia menggundurkan diri sebagai kandidat presiden FIFA," lanjut pernyataan tersebut seperti diberitakan Yahoosports.
Pada kesempatan yang berbeda Blatter membantah kalau dirinya punya maksud tertentu terkait mtuduhan kasus suap pada Bin Hammam. Dia mengaku kaget dan sedih atas tuduhan yang kini dijatuhkan pada Bin Hammam
"Saya tidak takut menjawab pertanyaan apapun dari Komite Etika yang akan diajukan pada saya di hari Minggu. Sepanjang komite menjami prosesnya berjalan adil, saya tidak tak takut pada apapun," seru Bin Hammam.
(din/krs)











































