Dihukum FIFA, Bin Hammam Marah

Dihukum FIFA, Bin Hammam Marah

- Sepakbola
Senin, 30 Mei 2011 11:17 WIB
Dihukum FIFA, Bin Hammam Marah
Zurich - Mohamed Bin Hammam dan Jack Warner dihukum oleh Komite Etik FIFA terkait tuduhan suap dalam pemilihan presiden FIFA. Mereka menanggapi hukuman ini dengan ekspresi kemarahan.

Bin Hammam yang merupakan Presiden AFC dan Warner yang merupakan Presiden CONCACAF diskorsing sementara dari seluruh kegiatan sepakbola. Keputusan final untuk mereka akan menunggu hasil akhir penyelidikan kasus suap untuk anggota Persatuan Sepakbola Karibia (CFU).

Bin Hammam menuding Komite Etik FIFA tidak independen. Dia menyebut Sekjen FIFA Jerome Valcke telah melakukan intervensi yang menyebabkan dirinya dihukum.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Saya mendapat kesan bahwa Komite Etik adalah sebuah komite yang independen, tapi dalam konferensi pers yang kita lihat hari ini, sekretaris jenderal sudah membuat segalanya jadi jelas bahwa dialah yang punya pengaruh dalam komite ini," jelas Bin Hammam, seperti dikutip Reuters.

"Selama konferensi pers hari ini, Valcke mengomentari keputusan Komite Etik FIFA dan menyajikan bukti baru yang menyerang saya yang belum menjadi bagian dari proses sejauh ini dan yang tak seorang pun dapat memeriksanya," tambah pria asal Qatar ini.

"Saya berharap ini akan berlanjut. Ini bukan soal bagaimana saya memahami fair play. Saya menginginkan semua hak saya," tegasnya.

Sementara Warner mengaku belum mendapat pemberitahuan resmi dari FIFA terkait hukuman untuknya.

"Saya mempelajarinya malam ini lewat media bahwa saya dihukum sementara oleh Komite Etik FIFA. (Hukuman) ini datang sebagai sebuah kejutan buat saya. Sampai titik ini, saya masih belum menerima pemberitahuan dari FIFA," ujarnya.

Warner juga menyebut bahwa Presiden FIFA Sepp Blatter sebenarnya juga pernah melakukan praktek "suap" terselubung.

"Saya juga menunjukkan bahwa pada Kongres CONCACAF di Miami pada 3 Mei, Mr. Blatter memberi hadiah 1 juta dolar AS kepada CONCACAF. Hal ini membuat Presiden Michel Platini yang juga hadir menjadi kesal. Platini kemudian mendekati Sekjen Jerome Valcke dan memprotes bahwa Mr. Blatter tak punya izin dari Komite Finansial untuk memberi hadiah ini. Jerome menjawab bahwa dia akan menemukan uang untuk Mr. Blatter," urai Warner.


(mfi/din)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads