'Blatter Harus Dihentikan'

'Blatter Harus Dihentikan'

- Sepakbola
Senin, 30 Mei 2011 12:40 WIB
Blatter Harus Dihentikan
Zurich - Presiden FIFA incumbent, Sepp Blatter, tampaknya bakal mulus melanjutkan kekuasaannya setelah dia menjadi calon tunggal dalam pemilihan presiden FIFA. Namun, ada yang menilai bahwa Blatter harus dihentikan.

Blatter dinyatakan bersih oleh Komite Etik FIFA dalam kasus pemilihan tuan rumah Piala Dunia 2018 dan 2022. Dengan demikian, dia tetap bisa maju dalam pemilihan presiden FIFA yang akan dihelat 1 Juni nanti. Apalagi, saingan utamanya, Mohamed Bin Hammam, sudah mengundurkan diri.

Bin Hammam sendiri tengah diskorsing oleh Komite Etik. Dia, bersama Jack Warner, diduga terlibat suap kepada anggota Persatuan Sepakbola Karibia (CFU).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Warner membantah dugaan ini. Dia juga menyangkal Bin Hammam sudah menyuap anggota CFU.

"Mr. Bin Hammam tak pernah memberikan uang kepada negara-negara Karibia," tegas Warner, seperti dikutip Reuters.

"Bin Hammam mengirim 260 ribu dolar AS untuk membayar akomodasi, biaya penerbangan, ini normal. Kalau Bin Hammam harus memberikan suap, mengapa dia mengirimnya, bukan membawanya," ujar Presiden Konfederasi Sepakbola Amerika Utara (CONCACAF) ini.

Warner juga menilai langkah Blatter dalam pemilihan presiden FIFA harus dihentikan.

"Blatter harus dihentikan, dan kalau dia yakin dia sudah mendapatkan (Chuck) Blazer sebagai sekutunya......Blazer adalah pegawai," katanya.

Blazer adalah orang yang menjadi whistleblower dalam kasus tuduhan suap yang menjerat Bin Hammam dan Warner. Sekjen CONCACAF yang juga menjabat anggota Komite Eksekutif FIFA ini mengaku memang harus bertindak dan mengungkap kasus ini.

"Saya sudah bersama Mr. Bin Hammam selama 15 tahun di FIFA dan telah menjadi sekjen CONCACAF dengan Jack selama 21 tahun. Tentu saja ini sulit. Tetapi, yang lebih sulit adalah mengabaikan fakta bahwa ada upaya menyuap anggota. Ini benar-benar bukan pilihan," kata Blazer.

"Saya bilang ke Jack 'Apa yang Anda lakukan? Selama 21 tahun kita tak pernah membeli suara, kita punya pemilihan dan ada di kantor selama itu dan tak pernah membeli suara'," sambungnya.

Blazer berharap tindakannya ini bisa membuat FIFA bisa lebih baik ke depannya. Dia juga berharap anggota FIFA tak takut untuk melaporkan pelanggaran yang terjadi.

"Saya harap kami sudah membuat contoh yang bagus, kami sudah menunjukkan fakta bahwa kami tidak akan memberi toleransi terhadap perilaku yang ditunjukkan anggota senior," tutur Blazer.

Ini adalah pesan kepada semua anggota bahwa jika ada sesuatu yang salah maka itu akan dilaporkan. Begitulah cara itu akan memengaruhi kepatuhan," pungkas dia.

(mfi/a2s)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads