Pada intinya, FIFA tengah goncang dengan skandal suap jelang dilangsungkannya pemilihan Presiden Baru FIFA. Ada dugaan bahwa beberapa pejabat FIFA menerima dana sogokan terkait pemilihan tuan rumah Piala Dunia 2018 dan 2022.
Blatter dinyatakan bersih oleh Komite Etik FIFA dalam kasus pemilihan tuan rumah Piala Dunia 2018 dan 2022. Dengan demikian, dia tetap bisa maju dalam pemilihan presiden FIFA yang akan dihelat 1 Juni nanti.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bin Hammam sendiri tengah diskorsing oleh Komite Etik. Dia, bersama Jack Warner, diduga terlibat suap kepada anggota Persatuan Sepakbola Karibia (CFU). Kendati demikian, Warner membantah tudingan tersebut.
Atas kondisi FIFA yang carut-marut tersebut, Blatter pun dihujani pertanyaan oleh wartawan pada konferensi pers yang berlangsung di Zurich, Senin (20/5/2011) waktu setempat.
Salah satu pertanyaannya adalah "How can FIFA go like this under your watch? (Bagaimana FIFA bisa sampai seperti ini di bawah pengawasan Anda?)."
Namun, alih-alih menjawab pertanyaan, Blatter justru menghindar. Ia malah bercanda dengan melihat arlojinya (watch).
Para wartawan pun tak puas dengan jawaban-jawaban dari pria yang sudah menjabat sebagai Presiden FIFA sejak 1998 itu. Ketika konferensi pers dinyatakan selesai, beberapa jurnalis tetap mencoba untuk mengajukan pertanyaan. Akibatnya, Blatter kesal.
"Jika sudah selesai, maka artinya itu selesai," sergahnya.
(roz/mrp)











































