"Aku telah memutuskan untuk pensiun usai Piala Eropa 2012," tutur Sheva dalam sebuah wawancara dengan AFP.
Sejak kemunculannya bersama Dynamo Kiev di pertengahan tahun 90-an, Sheva sudah jadi bintang baru Eropa saat itu. Sebagai penyerang produktivitas Sheva dalam mencetak gol tak perlu diragukan lagi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Maka itulah AC Milan tak ragu memboyongnya pada musim panas 1999 dengan banderol 25 juta euro serta jadi rekor transfer klub saat itu. Di San Siro lah ketajamannya Sheva kian menjadi-jadi.
Tujuh musim berkostum merah-hitam, Sheva membuat 173 gol di seluruh kompetisi serta menyumbang satu scudetto, satu trofi Liga Champions dan satu Coppa Italia.
Pada pertengahan tahun 2006, Sheva memutuskan hengkan ke Chelsea karena permintaan sang istri. Di tanah Inggris, karier penyerang 34 tahun itu menurun meski punya banderol mahal 30 juta poundsterling. Hanya 22 gol dibuat dari 77 penampilan.
Ia pun kembali dipinjamkan ke Milan pada musim 2008/2009 namun tak banyak yang bisa diperbuatnya karena badai cedera yang menderanya. Ia cuma bikin dua gol dari 26 laga di seluruh kompetisi.
Musim lalu Sheva pulang kampung untuk memperkuat Kiev hingga musim ini. Tapi setahun ke depan adalah saat-saat terakhir para pecinta sepakbola menikmati aksi pemain terbaik Eropa 2004 itu.
"Ini adalah keputusan akhir dariku. Kami akan tampil sebaik mungkin di negara kami saat Piala Eropa nanti. Dan aku percaya kami bisa bertarung menjadi juara jika kami dinaungi keberuntungan," tuntas pemain dengan 100 caps dan 45 gol di level timnas itu.
(mrp/arp)










































