FIFA Tak Sedang Krisis

FIFA Tak Sedang Krisis

- Sepakbola
Selasa, 31 Mei 2011 08:26 WIB
FIFA Tak Sedang Krisis
Zurich - Rumor suap yang tengah mengerogoti FIFA membuat banyak pihak menilai asosiasi sepakbola tertinggi dunia itu butuh reformasi, karena ada krisis di sana. Tapi menurut Sepp Blatter organisasi yang dipimpinnya baik-baik saja.

Isu itu muncul jelang dilangsungkannya pemilihan Presiden Baru FIFA 1 Juni nanti. Ada dugaan bahwa beberapa pejabat FIFA menerima dana sogokan terkait pemilihan tuan rumah Piala Dunia 2018 dan 2022.

Blatter yang jadi salah satu kandidat jelas jadi sorotan karena ia orang nomor satu di organisasi itu dan punya kekuasaan penuh di sana. Tapi akhirnya di sidang Komite Etik FIFA kemarin, Blatter dinyatakan bersih dan berhak maju dalam pencalonan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kondisi kian carut marut setelah saingannya yang juga Presiden AFC, Mohammed Bin Hammam, mengundurkan diri dari pencalonan, tepat beberapa saat sebelum Hammam dan Presiden CONCACAF, Jack Warner, diskorsing akibat tuduhan suap.

Maka dalam jumpa pers yang dihelat Blatter, Senin (30/5) malam tadi, Blatter pun dihujani pertanyaan soal kemelut yang tengah terjadi di FIFA. Dengan santai, Blatter pun menjawab demikian;

"Krisis, apa itu krisis? Sepakbola tidak sedang dalam krisis," kilah Blatter seperti dilansir Reuters.
Β 
"Kita baru saja melihat final Liga Champions yang indah di mana Barcelona bermain dengan fair play. Sepakbola sedang mengalami sedikit kesulitan dan masalah itu akan diselesaikan di sini," lanjutnya.

Mengenai dugaan suap dalam pemilihan Russia serta Qatar sebagai tuan rumah Piala Dunia 2018 dan 2022, Blatter membantah keras tuduhan itu.

Menurutnya pemilihan yang dilakukan Desember lalu sudah berlangsung secara adil. Meski Inggris beberapa waktu lalu sempat mengkritik keras pemilihan itu hingga mengancam akan keluar dari keanggotaan FIFA.

"Piala Dunia 2018 dan juga Piala Dunia 2022 di Qatar sama sekali tak tersentuh (isu suap itu)," tegas pria yang sudah menjabat presiden FIFA sejak 1998.

"Saya menyesal dengan apa yang telah terjadi dalam beberapa hari dan pekan ini. Ini adalah pukulan telak bagi citra FIFA dan khususnya kecewaan mendalam bagi para penggemar sepakbola," tuntasnya.

Usai dihelatnya konferensi pers itu, citra Blatter boleh dibilang kian buruk karena sikap ofensifnya kepada media saat ditanyakan soal kasus-kasus yang terjadi saat itu.

Gema #BlatterOut bahkan sudah terasa di jejaring sosial Twitter dan seruan-seruan Blatter untuk keluar dari FIFA bertengger di trending topic dunia.


(mrp/roz)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads