FA Minta Proses Pemilihan Presiden FIFA Ditunda

FA Minta Proses Pemilihan Presiden FIFA Ditunda

- Sepakbola
Selasa, 31 Mei 2011 17:45 WIB
FA Minta Proses Pemilihan Presiden FIFA Ditunda
London - Skandal korupsi di tubuh FIFA dinilai sudah terlalu dalam. Oleh karena itu Asosiasi Sepakbola Inggris (FA) meminta agar pemilihan presiden baru FIFA untuk sementara ditunda saja.

Sejatinya pemilihan tersebut akan dilangsungkan, Rabu (1/6/2011), dengan Sepp Blatter, presiden saat ini, tampil menjadi calon tunggal.

Pada awalnya Mohamed Bin Hammam tampil menjadi rival Blatter dalam pemilihan tersebut. Tapi menyusul tersembulnya skandal korupsi yang diarahkan kepadanya, Bin Hammam mundur. Presiden AFC itu saat ini juga sedang diskorsing terkait tuduhan suap.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Bersama Bin Hammam, skorsing juga dijatuhkan kepada Presiden CONCACAF Jack Warner atas kasus serupa. Isu korupsi dan suap ini sendiri sudah menyebabkan saling tuding di dalam tubuh FIFA.

Oleh karena itulah FA lantas menyarankan agar proses pemilihan presiden baru FIFA ditunda saja. "Kami menyerukan kepada FIFA dan juga asosiasi sepakbola negara lain untuk mendukung kami dengan dua tujuan," ujar Ketua FA David Bernstein di Reuters.

"Pertama, untuk menunda proses pemilihan untuk memberikan kredibilitas terhadap proses ini, sehingga kandidat alternatif manapun punya kesempatan untuk ikut bersaing untuk kursi presiden."

"Kedua, untuk menunjuk sebuah badan eksternal yang benar-benar independen untuk membuat rekomendasi terkait peningkatan dalam penyusunan pengurus dan pelaksanaan prosedur dan struktur-struktur secara menyeluruh di dalam proses pengambilan keputusan FIFA atas dasar pertimbangan penuh dari para anggota," papar Bernstein.

FA sendiri sebelumnya sudah mengutarakan niatnya untuk abstain dalam proses pemilihan presiden FIFA.

Hubungan FA dengan FIFA disebut-sebut memburuk menyusul kegagalan Inggris menjadi tuan rumah Piala Dunia 2018 meski sudah berkampanye dengan cukup maksimal, termasuk dengan mengandalkan Perdana Menteri David Cameron dan Pangeran William.






(krs/din)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads