Hal tersebut disampaikan Blatter dalam pidato pembukaan Kongres ke-61 FIFA, Selasa (31/5/2011) petang waktu setempat.
"Saya berpikir bahwa kita hidup dalam dunia yang menjunjung fair play, respek, dan disiplin. Namun saya juga menyayangkan karena harus mengatakan bahwa hal-hal tadi tak menjadi sesuatu yang utama karena piramida kita, piramida FIFA kita yang tersohor, tiba-tiba sudah tidak memiliki basis yang pasti lagi dan itu merupakan situasi yang berbahaya," ujar Blatter dalam pidato sambutannya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kemudian ada masalah lain seperti tuduhan suap dalam penetapan Qatar sebagai tuan rumah Piala Dunia 2022. Dilansir dari Reuters, sejumlah problem telah menggerogoti FIFA dalam sembilan bulan terakhir.
"Besok, teman-teman yang saya hormati, ketika saya membuka agenda Kongres, saya akan berbicara tentang bahaya yang mengintai dan saya akan mengatakan kepada Anda bagaimana untuk memerangi ancaman tersebut, bagaimana olahraga ini bisa membawa kita bersama menuju masa depan," kata Blatter.
Agenda Kongres esok adalah memilih presiden FIFA yang baru. Blatter menjadi kandidat tunggal setelah rivalnya, Bin Hammam mengundurkan diri dari pencalonan dan juga dikenai sanksi.
Itu berarti Blatter hampir dipastikan terpilih lagi menjadi bos federasi sepakbola dunia, yang artinya memasuki periode keempat masa jabatannya.
"Malam ini kita ingin bertemu dalam atmosfer pesta, namun untuk menjaga daya tarik dari olahraga ini kita harus menghormatinya, dan cara untuk melakukan itu terserah masing-masing dari kita," ujar Blatter
"Ini (sepakbola) adalah permainan kita, semua dari kita memiliki kewajiban untuk melindungi olahraga ini dan hal itulah yang ingin kita lakukan. Saya pastikan bahwa kita akan bisa mencapai tujuan itu," pungkas pria berusia 75 tahun tersebut.
(nar/mrp)










































