Akhir pekan lalu Ballack mencak-mencak setelah tahu peluangnya tampil untuk timnas sudah habis. Seraya mencibir pelatih Joachim Loew, pemain 34 tahun itu juga menolak undangan tampil di laga perpisahan untuknya.
"Michael Ballack berhak mendapat perpisahan terhormat, terlepas dari apa yang sudah terjadi (dalam beberapa hari terakhir). Apa yang Loew tawarkan kepadanya adalah tawaran yang tulus," ujar Presiden DFB Theo Zwanziger di Reuters.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami tidak menyimpan dendam. Pintu DFB tetap terbuka untuknya. Kami pikir ini adalah sebuah cara yang bagus buat seorang pemain yang sudah lama jadi kapten Jerman, dalam mengucapkan perpisahan kepada tim dan fansnya dalam sebuah partai klasik lawan Jerman."
"Michael Ballack jelas berpikir kalau ia masih punya peluang tampil di Piala Eropa (2012), bahkan mungkin sebagai kapten tim. Logis saja kalau keputusan pelatih menyakitkan untuknya," papar Zwanziger berusaha memahami kemarahan Ballack.
(krs/din)










































