Piala Dunia 2014 tinggal dua tahun lagi. Namun begitu masih banyak hal-hal yang perlu dibenahi oleh Brasil, di antaranya masalah transportasi, bandara, dan pembangunan stadion yang tertunda.
Selain itu juga ada tuduhan korupsi yang mengarah ke presiden konfederasi sepakbola Brasil (CBF) RIcardo Teixeira yang menambah kendala dan gangguan terhadap persiapan negeri Samba untuk menggelar hajatan empat tahunan itu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya tetap bertahan dengan pemikiran yang pertama, namun saya cabut yang kedua," tandas pria yang semasa berkarir pernah berseragam Barcelona itu.
Romario menilai bahwa negaranya perlu pertolongan Tuhan agar bisa menggelar Piala Dunia dengan baik dan lancar.
"Dari apa yang saya lihat, faktanya tak berjalan dengan baik. Kami akan segera menggelar Piala Dunia, namun sedihnya kami memiliki masalah dan itu mungkin membuat kami tidak bisa menyajikan yang terbaik," tandas pria 45 tahun itu.
"Saya katakan kepadamu kebenarannya: Kitab Suci mengatakan bahwa Yesus akan kembali. Hanya Dia yang bisa menjamin Brasil bisa menggelar Piala Dunia yang terbaik. Jika Dia akan turun dalam tiga tahun ke depan, maka itu mungkin," lanjut pria yang kini menjadi anggota Kongres dari Partai Sosialis Brasil itu.
Dari 12 stadion yang sedang diperbaharui atau dibangun dari awal, dua stadion masih belum selesai sesuai jadwal. Salah satunya adalah terletak di Sao Paulo. Hal ini membuat FIFA mencoret Sao Paulo dari venues Piala Konfederasi 2013.
Romario mengatakan bahwa total biaya untuk membangun atau memperbarui stadion itu terus meningkat dan kini bisa mencapai 15 miliar real Brasil atau mencapai 81 triliun rupiah.
(nar/din)











































