Inggris hampir selalu menjadi tim dengan status unggulan dalam sebuah turnamen. Nama-nama tenar dan telah teruji kualitasnya bersama klub, menjadi faktor mengapa "Tiga Singa" dijagokan.
Namun faktanya Inggris nyaris selalu melakoni turnamen di luar ekspektasi. Negara beribukota London itu sering kandas bahkan sebelum mencapai babak final.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sekali pemain melakukan kesalahan, maka dia akan dibantai habis. Bersama klub, pemain tak akan mendapat kritik sekencang seperti ketika bersama negara, sebab bersama klub mungkin tiga hari berselang sudah ada agenda pertandingan lagi," jelas pemain Liverpool itu dikutip dari BBC.
"Bersama Inggris, mungkin tim nasional baru ada jadwal pertandingan lagi dalam hitungan bulan. Jadi ada ketakutan ketika bermain untuk Inggris," lanjutnya.
Carra menilai bahwa pemberitaan media-media di Negeri Ratu Elizabeth juga memegang peranan terhadap kiprah timnas Inggris. Pemain 33 tahun itu mengatakan bahwa ada baiknya pemain juga diberitakan secara positif ketika tim meraih hasil apik.
"Intensitas dari pers juga berimbas kepada pemain. Terkadang saya berpikir bahwa pemain ingin media memberitakan bahwa mereka bermain bagus, dibanding dengan bila manajer telah bekerja dengan bagus," kata dia.
Pemain yang membela timnas Inggris tahun 1999-2010 itu juga mengkritisi cara ofisial tim yang "mengisolasi" Wayne Rooney dkk. di hotel selama Piala Dunia 2010. Hal tersebut dinilai membuat para pemain menjadi bosan.
"Kami tinggal di hotel sepanjang hari. Tapi ini Piala Dunia yang mana memiliki periode kompetisi yang panjang dan seharusnya kami juga berkesempatan mencari pengalaman yang berbeda."
"Saya tak ingin pemain bersembunyi. Saya ingin pemain menyingkirkan kebosanan, lebih mengetahui tentang di negara mana kami berada. Tapi kami tak pernah melihat apa-apa," pungkas dia.
(nar/krs)











































