"Saya sangat sedih. Sepakbola adalah segalanya buat saya dalam kehidupan saya," sahut Cannavaro di Football Italia saat mengumumkan keputusannya untuk pensiun.
Keputusan gantung sepatu Cannavaro menyudahi 19 tahun perjalanan karir profesionalnya sebagai pesepakbola yang dimulai bersama Napoli. Cedera lutut diakui pemain yang karab disapa Canna itu menjadi salah satu penyebab dirinya memilih pensiun.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Usai keputusan pensiun ini, Cannavaro diyakini akan tetap bertahan di Al Ahli dan akan menjabat direktur teknis.
Karir gemilang Canna di dunia sepakbola dimulai saat dia memperkuat klub kota kelahirannya Napoli pada tahun 1992. Tiga tahun berselang dia dijual ke Parma, di mana dia meraih sukses besar dengan menjuarai dua gelar Coppa Italia, Super Copa Italia dan Piala UEFA.
Disebut-sebut sebagai salah satu bek tengah terbaik dunia saat itu, Inter Milan harus merogoh kocek sebesar 23 juta euro untuk membawanya ke Giuseppe Meazza. Cannavaro tak bertahan lama bersama Inter karena dua tahun kemudian dia hijrah ke Juventus, dan kembali meraih beberapa titel bersama The Old Lady.
Berturut-turut dia kemudian membela Real Madrid, kembali ke Juventus, hingga akhirnya direkrut Al Ahli pada Juni 2010. Cedera membuat Cannavaro tak bisa berkontribusi banyak di tiga klub terakhirnya ini.
Gelar Piala Dunia 2006, Pemain Terbaik Dunia dan Ballon d'or yang didapat juga di tahun 2006 menjadi raihan terbaik Cannavaro sepanjang karirnya. Selain itu dia juga pernah memenangi titel La Liga Primera dan Copa del Rey (Real Madrid), Pemain Terbaik Piala Dunia 2006, Pemain Italia Terbaik 2006, Pemain Terbaik Seri A 2006 serta Bek Terbaik Seri A 2005 dan 2006.
(din/roz)











































