Diperkuat oleh macan-macan sepakbola yang bermain di Eropa seperti Javier Mascherano (Barcelona, Javier Zanetti (Inter Milan), Carlos Tevez (Manchester City), Sergio Aguero (Atletico Madrid), Gonzalo Higuain (Real Madrid), dan lain-lain, dan terutama si pemain terbaik dunia dua kali, Lionel Messi (Barcelona), tim asuhan pelatih Sergio Batista gagal menampilkan tarian Tango yang memukau.
Bermain imbang di dua pertandingan pertamanya melawan Bolivia dan Kolombia, Argentina baru bermain bagus di laga terakhir grup melawan Kosta Rika. Dua gol Aguero plus satu dari Angel di Maria membuat mereka lolos ke babak delapan besar. Entah apa jadinya jika mereka tidak bisa melewati fase grup, terutama buat pendukung fanatik mereka.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Maka terjadinya duel klasik di antara dua tim "Celeste" -- Argentina Albiceleste, Uruguay La Celeste -- di Santa Fe, Minggu (17/7/2011) pagi WIB. Hasilnya, Uruguay menjadi pemenang lewat adu penalti, dan menyingkirkan si tuan rumah.
Itu berarti Argentina belum pernah memenangi piala besar apapun dalam 18 tahun terakhir, yang mana dalam kurun waktu tersebut mereka mengikuti 11 turnamen, yakni enam Copa dan lima Piala Dunia.
Kali terakhir Argentina menjadi juara adalah di Copa 1993, yang diadakan di Ekuador -- setelah memenangi pula edisi sebelumnya (1991) di Chile. Di dua Piala Dunia terakhir mereka selalu kandas di babak perempatfinal -- dua-duanya dikalahkan Jerman --, dan di dua Copa yang terakhir cuma jadi runner up dari Brasil.
Argentina harus menunggu dua tahun lagi untuk menjajaki peluang mereka menjadi tim terbaik, yakni di Piala Dunia 2014, yang dihajat di negara yang menjadi musuh besarnya di ranah sepakbola Amerika Selatan, Brasil.
Sementara itu Uruguay, yang akan bertemu Peru di babak semifinal, meneruskan "tradisinya" dengan lolos ke babak empat besar berturut-turut sejak edisi 1999. Tapi misi terbesar mereka adalah menjadi juara, karena terakhir kali Uruguay mengangkat sebuah trofi adalah di Copa 1995.
(a2s/a2s)











































