Dengan tersingkirnya Argentina serta Brasil, otomatis Uruguay lah yang kini jadi kandidat terkuat menjuarai Copa America. Tiga timnya lainnya macam Paraguay, Peru dan Venezuela boleh jadi hanya dinilai sebagai 'pengganggu'.
Namun bukan berarti pengganggu tak bisa memberikan kejutan seperti yang telah Paraguay, Venezuela dan Uruguay sendiri, tunjukkan di laga perempatfinal.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Berkaca dari faktor di atas, Tabarez menilai jika kualitas keempat tim yang ada di semifinal sama kuatnya dan sama besarnya juga peluangnya untuk merengkuh trofi Copa America.
Maka ia meminta Luis Suarez dkk tampil lepas saat berduel dengan Peru, Rabu (20/7) pagi WIB, agar mampu memenangi laga . Jika terbebani dengan status favorit, maka bahaya akan menanti juara dunia dua kali itu.
"Aku tidak ingin berbicara soal favorit. Kami selalu tidak beruntung akan hal itu," tukas Tabarez seperti dilansir Reuters.
"Empat tim yang ada di semifinal punya peluang sama meraih titel. Paraguay, Peru dan Venezuela tidak akan bilang: 'Ini dia, kami sudah melaju sejauh ini'," sambungnya.
"Di turnamen ini, (Peru) adalah salah satu tim dari empat tim terbaik Amerika Selatan. Evolusi mereka adalah bukitnya. Kami akan mencoba mengawal mereka dengan ketat, tidak tampil grogi seperti yang kami lakukan pada laga pertama. Kami tidak percaya diri kami ini superior," tukasnya.
Peru sebenarnya bukan lawan mudah bagi Uruguay, setidaknya dalam empat pertemuan terakhir mereka di Copa America, di mana La Rojiblanca mampu menang dua kali serta imbang dua kali.
"Jika kami membandingkan diri kami dengan Argentina, mereka selalu menang dari kami setiap saat dan bukan itu masalahnya. Kami harus berpikir soal apa yang kami dapat dan bukan soal kekurangan kami," simpul Tabarez.
(mrp/mfi)











































