Mimpi Argentina untuk menjuarai Copa America di hadapan publik sendiri musnah seketika tendangan Carlos Tevez ditahan kiper Uruguay, Fernando Muslera, di laga perempatfinal, Minggu (17/7/2011) pagi WIB.
Usai kekalahan itu, kritik menghambur buat Batista sang pelatih. Walau begitu, Asosiasi Sepakbola Argentina (AFA) memutuskan untuk mempertahankan Batista sebagai arsitek tim.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Maradona mengaku tidak banyak menyaksikan Copa America. Dari sedikit yang ia tahu, mantan pelatih Argentina sebelum Batista itu mengklaim kalau para pemain lebih bahagia bermain buat dia ketimbang buat Batista.
"Saya tidak bisa bicara banyak karena saya jarang melihat pertandingan (Copa America). Saat pemain (Argentina) masuk ke lapangan, hati saya seperti ditusuk-tusuk pisau," ungkap Maradona.
Selain menyerang Batista, Maradona juga menyerang Grondona yang merupakan Presiden AFA. Di mata pria 50 tahun itu, Grondona tidak bisa bekerja dengan benar.
"Di sini (AFA), Don Julio (Grondona) berbuat semaunya. Karena mereka tidak juga sadar kalau ia tidak bekerja dengan baik, apa yang bisa saya lakukan?" tuntas sosok yang terkenal dengan 'Gol Tangan Tuhan' itu.
(arp/din)










































