'Si Anggur Merah' alias Vinotinto, julukan Venezuela, membelalakan mata banyak pecinta sepakbola ketika mereka sukses melaju ke semifinal walau selama ini mereka dianggap sebagai 'anak bawang' di Amerika Selatan.
Tapi kisah Venezuela tidak berakhir bak dongeng Cinderella. Di empat besar, langkah mereka dihentikan Paraguay 3-5 melalui adu penalti setelah bermain imbang 0-0 selama 120 menit.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kekalahan tetap kekalahan. Walau Presiden Venezuela Hugo Chavez menyebut bahwa kekalahan itu adalah perampokan, kenyataannya Juan Arango cs tetap tidak bisa bertarung di laga puncak.
Bila mau menyebut hiburan, maka hal itu ada di laga perebutan tempat ketiga menghadapi Peru yang akan dilangsungkan di La Plata, Minggu (24/7) pagi WIB.
Pelatih Venezuela Cesar Farias mencoba membesarkan hati anak-anak asuhnya dengan menyebut bahwa perjalanan mereka, di tengah minimnya dukungan dan cuaca yang tidak ramah, berlangsung dengan luar biasa.
"Lihat, kami ini selalu jadi tim tandang (karena sedikitnya pendukung mereka--red) di mayoritas laga-laga kami. Jangan lupa perhitungkan faktor cuaca juga," ucap Farias seperti dikutip AFP.
Meski Farias mencoba menghibur, tetapi seisi skuad Venezuela tentu sadar, bahwa yang bisa meredakan rasa kecewa atas hasil di semifinal adalah menang atas Peru dan mengantungi medali perunggu pulang ke rumah.
(arp/arp)











































