Bertanding di Estadio Monumental, Senin (25/7/2011) dinihari WIB, Paraguay kewalahan meladeni serbuan Uruguay yang digalang Luis Suarez dan Diego Forlan. Alhasil, satu gol Suarez dan dua gol Forlan membuat Paraguay bertekuk lutut 0-3.
Kekalahan ini membuat ambisi Paraguay untuk menambah koleksi trofi Copa America mereka kandas. Mereka pun tetap mengoleksi dua gelar setelah juara di edisi tahun 1953 dan 1959.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sangat menyenangkan bisa masuk final. Kami tentu ingin menang. Tapi, paling tidak kami tahu kalau kami bermain dengan martabat," sambung Da Silva.
Kapten Paraguay sekaligus kiper terbaik turnamen, Justo Villar, mengamini pernyataan Da Silva.
"Uruguay bermain lebih baik daripada kami. Tapi, kami harus memahami bahwa kami memasuki final dengan kondisi fisik yang terkuras setelah dua pertandingan sampai adu penalti melawan Brasil dan Venezuela," ujar Villar.
Di final, Villar dkk. tak bisa didampingi pelatih Gerardo Martino. Martino diskors akibat keributan di laga semifinal lawan Venezuela.
"Lebih dari segalanya, saya pikir ini sudah diputuskan di babak pertama saat Uruguay lebih intens daripada kami. Dalam pertandingan seperti ini, Uruguay unggul nyaris di semua lini," aku Martino.
(mfi/mrp)











































