Hal itu dilontarkan oleh Emerson Avila yang merupakan pelatih timnas Brasil U-17, seiring dengan keprihatinannya mengenai para pemain muda Brasil yang banyak "salah jalan".
"Masalahnya dengan kebanyakan pemain muda yang sudah berada di level top saat ini adalah mereka sudah terlalu mudah menjadi pemain sepakbola profesional," kritik Avila kepada Reuters.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Avila, yang juga digadang-gadang akan menangani timnas senior Brasil di masa depan, juga menyarankan agar klub melakukan perubahan pendekatan dalam cara membina pemain muda. Kesenangan bermain memang perlu, tetapi klub ia sebut harus bisa menanamkan pentingnya kemenangan ke para pemainnya.
"Apa yang mestinya mereka lakukan adalah datang ke klub, atau timnasnya, berpikir tentang menang di seluruh laga. Kebanyakan dari mereka hanya bersenang-senang di lapangan latihan dan pertandingan."
"Ya, tentu saja saya setuju, mereka harus menikmatinya, terutama di usia mereka, tapi saya pikir klub kami harus mengubah cara mereka melatih pemain muda. Kami dalam bisnis mencari kemenangan dan mereka mestinya ... memikirkan kemenangan setiap kali bermain," paparnya.
Berkebalikan dengan pendapat populer, Avila juga menilai kalau para pemain terbaik negerinya mesti dibiarkan bermain di Eropa secepat mungkin.
"Saya tak ada masalah dengan pemain yang ke Eropa saat ia masih muda karena perpindahan ke liga Eropa yang bagus akan mempertangguh mentalnya dan membuat mereka lebih cerdik secara taktis," nilainya seraya memberikan dukungan kepada transfer Lucas Piazon, 17 tahun, dari Sao Paulo ke Chelsea.
Avila juga menepis adanya ketakutan bahwa kepindahan ke Eropa pada usia muda dapat mengikis gaya 'Samba' si pemain muda. "Saya pikir mereka takkan kehilangan ke-Brasilannya. Apa yang mulai terjadi saat ini adalah kami mulai lebih banyak belajar caranya bertahan ketimbang menyerang," analisis Avila.
(krs/mrp)











































