Memasuki musim keduanya di City of Mancester Stadium, peran Silva dalam kebangkitan City terasa sangat besar. Gelandang yang diboyong dari Valencia itu menjadi otak permainan The Citezens hingga akhirnya bisa bertengger di posisi dua klasemen sementara.
Namun disebut pesepakbola 25 tahun, penampilannya di Inggris tak lantas dia bisa masuk skuad Spanyol. Dia menyindir pemilihan pemain yang dilakukan pelatih Vincente del Bosque karena tidak berdasarkan penampilan di klub.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya merasa beruntung bisa berada di sana, menjadi bagian dari skuad yang mencatat ulang lembar sejarah sepak bola Spanyol dan akan terus melakukan itu. Tapi saya merasa tidak diinginkan oleh pelatih. Di Afrika Selatan saya menjadi satu-satunya yang bersalah saat kalah atas Swiss...dan kondisinya lebih kurang selalu sama setelah pertandingan itu," lanjut Silva.
Pada Piala Dunia 2010 lalu Silva sempat menjadi starter di laga pertama kontra Swiss. Namun dia baru dapat kesempatan lagi di laga semifinal, saat Spanyol menang atas Jerman, itu pun hanya di empat menit terakhir.
Menurut Silva, nasibnya di timnas akan berbeda jika dia tidak membela City namun memperkuat salah satu dari Barcelona atau Real Madrid.
"Saya tidak mempermasalahkan starting line-up skuad: saya hanya melihat situasi saya sendiri dan saya tidak senang dengan hal ini. Dan saya tidak berpikir kondisinya akan berubah."
"Well, kadang saya berpikir sometimes jika saya memperkuat salah satu dari dua klub tersebut (Madrid atau Barcelona) maka itu tak akan jadi penghalang buat saya," tuntas dia.
(din/roz)











































