Lahir di Gelsenkirchen, Jerman, Oezil berasal dari keluarga berdarah Turki. Akibat hal itu, timnas Turki sempat berusaha merekrutnya meski pemain berusia 22 tahun itu lantas memilih untuk membela negari kelahirannya.
Untuk kali pertama, akhir pekan ini Oezil akan memainkan partai internasional di Istanbul saat timnas Turki menjamu Jerman, dan pemain Real Madrid itu sadar akan adanya potensi celaan dari fans tuan rumah.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Laga kontra Turki sendiri bukanlah yang pertama untuk Oezil. Nyaris setahun lalu, di Berlin, ia bahkan mencetak gol ke gawang Turki meski tidak merayakan sebagai bentuk penghormatan terhadap keluarganya.
Akan tetapi, sikap positif Oezil itu tidak membuat para fans Turki berhenti mencelanya. Pun begitu, si pemain bersangkutan meyakini kalau di lubuk hati hati yang dalam, mereka menghargainya atas apa yang sudah ia capai.
"Aku pikir orang-orang Turki tetap bangga kepadaku. Mereka bangga memiliki (perwakilan) seorang pemain inti di Real Madrid. Aku sudah mengalami sendiri penghargaan yang mereka tunjukkan untuk hal itu, dan banyak orang yang menerima dan menghargai keputusanku bermain untuk Jerman," lugasnya.
Jerman akan menyambangi Istanbul pada hari Jumat (7/10/2011) depan. 'Der Panzer' sudah dipastikan lolos ke Piala Eropa 2012 sebagai juara Grup A, meski Oezil tetap bertekad membawa Jerman lolos tanpa kehilangan satu angka pun.
"Kami ingin tetap tak terkalahkan, itulah bidikan yang kami miliki," seru Oezil.
Dari delapan laga, Jerman memenangi semuanya dan meraih poin sempurna, 24. Turki sementara itu menghuni posisi dua dengan poin 14.
(krs/krs)











































