Saviola Si Kelinci Argentina
Jumat, 09 Jul 2004 14:10 WIB
Jakarta - Bukan saja karena giginya ia dijuluki "Conejo" (kelinci). Aksi Javier Saviola di lapangan hijau pun bagaikan gerak binatang imut bertelinga panjang yang lincah dan gesit.Ciri khas seperti itu terlihat jelas ketika Saviola memperkuat timnas Argentina di pertandingan Copa America 2004. Saat menghadapi Ekuador penyerang setinggi 169 centimeter itu mencatat hat-trick dan Argentina menang telak 6-1.Lahir 11 Desember 1981 di Buenos Aires dari pasangan Maria Antonia dan Roberto "Cacho" Saviola, Saviola kecil hidup dalam lingkungan keluarga yang sangat harmonis. Semasa sekolah dasar sampai sekolah menengah umum, ia hanya menganggap sepakbola sebagai hobi. Pilihan menjadikan olahraga ini sebagai pegang hidup baru diputuskan setelah Saviola masuk Institut River Plate dan memperkuat klub populer Argentina itu.Saat menlakoni debut profesionalnya pada 18 Oktober 1998, Saviola langsung membukukan gol. Usai pertandingan penyuka parfum Aqua di'Agio ini mengaku menangis mengingat perjuangan keras yang dilakukan oleh orangtuanya guna memberikan pendidikan bagi dirinya. Ia pun bertekad untuk meningkatkan prestasinya agar ayah dan ibunya bisa berbangga hati.Kedekatannya dengan keluarga, membuat Javi -panggilan akrab Saviola- bertekad untuk tetap bergabung dengan River Plate, meski berkat performa cemerlangnya di tahun 2000 ia diincar oleh Boca Juniors. "Saya ingin selamanya di River, walaupun Boca Juniors menawari banyak uang. Saya tidak akan terpengaruh," tegas penggemar berat produk FILA ini di sebuah stasiun radio Argentina.Sayang, harapan Javi untuk terus bergabung dengan River Plate tidak bisa terwujud. Penyakit kanker yang diderita ayahnya memaksa Javi untuk mencari tawaran uang yang besar. Ia akhirnya memilih bermain bersama klub raksasa Spanyol Barcelona pada tahun 2001. Gol pertama bersama Catalan ia dedikasikan untuk sang ayah, yang akhirnya pada Agustus 2001 meninggal dunia.Ditinggal orang tercintanya bukan berarti prestasi Javi merosot. Bersama tim nasional junior Argentina, ia mematahkan rekor topskor dengan 11 gol dan terpilih menjadi pemin terbaik di Piala Dunia Junior 2003.Di Barcelona Javi mengantongi 17 gol di musim perdananya di Eropa. Di musim kedua ia "hanya" mengoleksi 12 gol dan di musim 2003/2004 lalu meningkat kembali menjadi 14 gol. Meskipun sudah menjadi bintang, Saviola tetaplah seorang pemuda yang sangat pemalu. Ia mengaku hanya dua kali berpacaran dan setahun belakangan ini Javi masih setia bersama dengan seorang gadis bernama Maria Sol.Kembali ke catatan prestasinya, di Peru Javi kembali menggebrak dengan tim nasional Argentina. Berada di Grup B Copa Amerika, pada pertandingan pembuka mereka mencetak kesuksesan. Menggantikan posisi Hernan Crespo yang absen karena cedera, Javi muncul sebagai mesin gol dengan langsung menyumbangkan tiga gol."Itu permainan terbaik saya untuk Argentina. Jika saya bermain sebagus kemarin, saya yakin tim kami mempunyai peluang besar," sergahnya. "Saya lebih suka tim menjadi juara daripada dikukuhkan sebagai topskor," tandasnya.Menanggapi posisinya yang kadang baru dipakai Barcelona di saat-saat genting, penggemar berat Ariel Ortega ini merasa tidak keberatan dengan posisi itu. "Saya kira hal itu tidak berpengaruh pada performa dan masa depan saya di klub. Mereka tahu benar bagaimana permainan saya, dan tentu saja saya tetap melakukan yang terbaik." (erk/)











































