Penilaian itu dilontarkan oleh pelatih Jerman, Joachim Loew. Menjamu Belanda di Hamburg pada hari Rabu (16/11) dinihari WIB, Low menilai laga ini tidak akan berlangsung dengan tensi tinggi.
Kedua tim ini dikenal memiliki rivalitas yang sengit. Belanda punya dendam saat mereka kalah 1-2 dari Jerman di final Piala Dunia 1974. Di Piala Dunia 1990 mereka juga bertemu di babak 16 besar dan Jerman kembali menundukkan tim Oranje. Pertandingan kala itu malah berlangsung panas dengan dua kartu merah yang dikeluarkan wasit untuk Rudi Voeller dan Frank Rijkaard setelah keduanya terlibat insiden.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Jerman melawan Belanda selalu istimewa. Ada pertarungan yang keras dan sengit antara keduanya tapi itu telah sedikit berubah," ucap Loew seperti dilansir oleh Sky Sports.
"Saya pikir persaingan ini sudah kehilangan bobotnya. Dulu ada pertandingan yang keras. Dulu ada insiden di banyak pertandingan tapi saat ini itu tidak terlalu banyak terjadi."
"Sekarang ada banyak pemain Belanda di Bundesliga, yang membuat Jerman menjadi rumah kedua mereka."
Bagi pelatih 51 tahun ini, laga melawan pasukan Bert van Marwijk ini akan jadi ajang ujicoba bagi kedua tim. Namun ia menilai hasil pertandingan ini tak akan berpengaruh pada turnamen antarnegara Eropa yang akan digelar tahun depan itu.
"Ini adalah laga ujicoba bagi kedua tim. Pertandingan ini tidak ada pengaruh pada Piala Eropa tahun depan."
"Jadi kedua tim akan bersikap bijaksana tapi juga dengan keinginan untuk menang. Tapi tidak dengan serangan yang berlebihan," tutup mantan asisten Jurgen Klinsmann ini.
(din/mrp)











































