Setelah menjadi runner-up Grup B di bawah Rusia, pasukan arahan Giovanni Trapattoni itu dipertemukan dengan Estonia di babak play-off. Setelah menang 4-0 di leg pertama, Republik Irlandia bermain imbang 1-1 di leg kedua. Tiket ke Polandia-Ukraina pun resmi didapatkan.
Sebagai catatan, Piala Eropa 2012 merupakan keikutsertaan kedua mereka dalam turnamen antarnegara Eropa itu. The Boys in Green pertama kali mengikuti Piala Eropa pada 1988 dan sebelum atau setelahnya tak pernah lolos lagi, sampai kali ini.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pria asal Italia itu berkeyakinan bahwa kejutan bukanlah suatu hal yang mustahil di Piala Eropa. Penikmat sepakbola tentu masih ingat bagaimana Yunani keluar sebagai juara pada tahun 2004.
Trapattoni pun mengaku optimistis bahwa timnya bisa berjuang untuk tidak sekadar jadi peserta. Apalagi ia punya pemain-pemain yang menurutnya punya kualitas bagus.
"Mengapa tidak? Sekarang kami memiliki Jon Walters, kami sudah menemukan Simon Cox, kami juga punya Robbie Keane dan Shane Long yang akan segera kembali."
"Dengan skuad ini, mengapa tidak? Ini bukan mimpi. Kami butuh komitmen 100%, tapi sepakbola sendiri adalah soal mencetak gol," tukasnya.
(roz/din)










































