Turki harus tersingkir setelah hanya bermain imbang tanpa gol dengan Kroasia di leg kedua babak play off. Sebelumnya, di leg pertama Turki kalah 0-3 di hadapan publiknya sendiri.
Hiddink menyebut kegagalan Turki disebabkan oleh buruknya sistem pembinaan pemain muda. Menurutnya pemain muda di Turki kurang memperoleh kesempatan untuk berkembang.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tapi di Turki hanya satu atau dua pemain dari Turki U-19 dan U-21 yang masuk ke level senior dan ketika di negara lain itu adalah proses yang bisa diandalkan, tidak demikian dengan Turki."
"Turki punya banyak potensi tapi akan lebih sering ikut terlibat dalam turnamen besar jika sistemnya diatur lebih baik, karena pondasi harus diletakkan di klub dan akan 100% efisien," demikian tuntasnya.
(din/roz)











































