Sepakbola Pulang ke Cina

Piala Asia 2004

Sepakbola Pulang ke Cina

- Sepakbola
Sabtu, 17 Jul 2004 04:31 WIB
Jakarta - Selama ini Inggris selalu mengklaim sebagai penemu sepakbola. Itu sebabnya sewaktu menggelar hajatan Euro 1996 mereka memilih slogan β€œFootball Comes Home” alias β€œSepakbola Pulang Kampung”.Benarkah Inggris ibu kandung olahraga nomor satu di dunia itu? Bisa saja demikian, terutama jika mengacu pada sejarah bahwa di negara kerajaan itulah organisasi sepakbola pertama di dunia didirikan. Football Association (FA) dengan segala aturan mainnya dibentuk pada 8 Desember 1863 di Freemasons Tavern, Great Queen Street, London.Akan tetapi orisinalitas permainan sepakbola, yang memakai bola dan mencari gol, sesungguhnya lebih dulu dikenal oleh masyarakat Cina. Asosiasi Sepakbola Cina (CFA) menyebutkan, sepakbola dimainkan pertama kali oleh orang-orang Zibo, sebuah daerah di propinsi Shandong, lebih dari 2000 tahun silam.Pada era Dinasti Qi orang-orang di kawasan tersebut sering bermain β€œTsu Chu”. Tsu berarti "menghantam bola dengan kaki'', sedangkan Chu berarti "bola yang dibuat dari kulit dan diisi''.Presiden FIFA Sepp Blatter pun mengakui bahwa β€œpermainan indah” ini lahir di Cina. Pernyataan tersebut disampaikannya menjelang digelarnya turnamen Piala Asia 2004 di Negeri Tirai Bambu itu, 17 Juli hingga 7 Agustus mendatang. β€œSenang sekali mendengar Presiden Blatter membuat pengumuman tersebut. Sepakbola adalah olahraga nomor satu di dunia. Saya merasa bangga karena Cina diakui sebagai negeri yang menemukan dan mengembangkan sepakbola pada zaman dahulu,” tutur wakil CFA Zhang Jilong.Sayangnya, tim sepakbola Cina hingga kini belum punya prestasi yang membanggakan. Jangankan di dunia, di level Asia saja mereka belum pernah menjadi penguasa. Prestasi terbaik Cina di Piala Asia adalah babak semifinal, yang diraih sebanyak empat kali.Tahun ini boleh dibilang kesempatan terbaik Cina untuk mengoleksi tropi pertamanya. Dengan polesan pelatih yang merupakan pemain Belanda terkenal di era 70-an, Arie Haan, Sun Jihai dan kawan-kawan berpeluang mengalahkan rival-rivalnya yang telah dulu establish, yakni juara bertahan Jepang, Korea Selatan, dan juara lima kali Arab Saudi. Ketiga tim kuat itu datang ke Cina tidak dengan skuad yang lengkap. Banyak pemain kunci yang dibekap cedera atau karena sengaja disimpan untuk Olimpiade bulan depan. Jepang, misalnya, dipastikan tidak diperkuat Atsushi Yanagisawa, Hidetoshi Nakata Junichi Inamoto, Shinji Ono dan Naohiro Takahara.Arab Saudi, yang selalu masuk final dalam lima Piala Asia terakhir, juga ditimpa krisis pemain akibat cedera. Enam pemain kuncinya absen, yakni Mohammed Noor, Abdulla Al-Wakid, Mohammed Ameen, Osama Al-Harbi, Nawaf Al Temyat, dan kiper veteran Mohammed Al Daeyea.Korea terpaksa mengistirahatkan Yoo Sang Chul dan Song Chung Gug karena dipersiapkan mengikuti Olimpiade di Athena, Yunani. Pelatih baru mereka, Jo Bonfere, juga mungkin belum hafal karakter timnya karena baru diangkat bulan lalu.Bagaimana Indonesia? Jujur saja, amat berat bagi pasukan Merah-Putih untuk berbicara banyak di turnamen ini. Untuk lolos dari putaran grup saja sungguh berat. Indonesia berada di Grup A bersama tuan rumah Cina, Qatar, dan Bahrain. Sementara itu Grup B ditempati Yordania, Korsel, Kuwait, dan Uni Emirat Arab. Grup C terdiri atas Irak, Arab Saudi, Uzbekistan, dan Turkmenistan. Grup D diisi Jepang, Iran, Oman, dan Thailand. (a2s/)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads