Biografi Robert Enke Dianugerahi Penghargaan

Biografi Robert Enke Dianugerahi Penghargaan

- Sepakbola
Selasa, 29 Nov 2011 02:03 WIB
Biografi Robert Enke Dianugerahi Penghargaan
London - A Life Too Short: The Tragedy of Robert Enke, demikian judul buku tersebut. Buku yang mengisahkan biografi almarhum Robert Enke itu baru saja dianugerahi William Hill Sports Book of the Year Award 2011.

Enke meninggal dunia dengan cara yang tragis. Pada sekitar jam 6.25 sore waktu setempat, Selasa (10/11/2009), Enke mengemudikan Mercedes 4X4-nya ke sebuah perlintasan kereta di Nestadt am Rubenberge, beberapa kilometer dari rumahnya di pinggiran kota Hanover. Setelah menaruh dompet dan kunci mobil, ia keluar dan tidak mengunci mobilnya.

Lalu pria 32 tahun itu, yang sejak 2004 tercatat sebagai kiper utama Hannover 96, menunggu waktu yang tepat sampai sebuah kereta cepat melintas, dan dia melemparkan tubuhnya ke sana.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Jerman berduka atas kematiannya. Enke, yang dikabarkan mengalami depresi berkepanjangan, memilih untuk mengakhiri hidupnya. Polisi menemukan catatan bahwa ia sengaja melepas nyawanya dengan cara yang demikian tragis.

Dua tahun setelah kematiannya itu, sebuah buku biografi yang ditulis Ronald Reng diterbitkan. Buku itu kemudian dianugerahi William Hill Sports Book of the Year Award 2011 setelah para juri menilainya punya kekuatan dan begitu mendalam, sekaligus sensitif dan kejujuran.

"Robert Enke adalah salah satu penjaga gawang terbaik Jerman dan kematiannya yang tragis mengejutkan dunia. Penggambaran yang intim dari Ronald Reng--begitu jelas, kuat, dan menghanyutkan--adalah secarik karya tulis olahraga yang luar biasa dan sangat layak mendapatkan penghargaan ini," ujar Graham Sharpe, salah satu pencetus penghargaan William Hill, kepada Guardian.

Enke mulai mengalami masalah mental serius ketika anak perempuannya yang bernama Lara, meninggal dunia di tahun 2006, dalam usia dua tahun karena gagal jantung. Ia dan istrinya, Teresa, mencoba membangun kehidupan yang baru dengan menetap di sebuah kawasan pedesaan yang tenang, dan pada Mei lalu mengadopsi seorang bayi berumur tiga bulan, yang diberi nama Leila.

Namun, pada kenyataannya, depresi yang dideritanya tak juga sirna. Dilansir Telegraph, Enke meninggalkan catatan bunuh diri, meminta maaf pada keluarga dan dokter-dokternya karena menunjukkan pada mereka, seakan-akan dirinya sudah sembuh.


(roz/din)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads