Troussier Tak Perlu Mundur karena Telah Dipecat
Selasa, 20 Jul 2004 14:27 WIB
Jakarta - Secara tidak langsung Indonesia berperan dalam penghabisan karir Philippe Troussier sebagai pelatih tim nasional Qatar. Ia dipecat setelah timnya ditekuk skuad Merah-Putih 2-1 di Piala Asia hari Minggu (18/7/2004) lalu.Demikian keputusan Asosiasi Sepakbola Qatar (QFA) yang diumumkan hari ini, Selasa (20/7/2004). Ironisnya, pemecatan tersebut terjadi tidak lama setelah Troussier menyatakan akan mundur usai turnamen di Cina ini selesai.Troussierdikontrak dua tahun oleh Qatar pada bulan Juli 2003. Namun ia tak kunjung berhasil mendongkrak prestasi negara tersebut. Qatar hanya finish di tempat ketiga dalam Piala Teluk di awal tahun ini dan kalah dari Iran dan Yordania di babak penyisihan Piala Dunia 2006.Persiapan tim ini menuju Piala Asia juga diterpa kontroversi. Gelandang Jafal Rashid kena skorsing sembilan bulan karena terjerat kasus doping, dan FIFA menghadang keinginan Troussier merekrut pemain asal Brasil Ailton, Dede, dan Leandro.Pria necis asal Prancis itu sukses mengantarkan Jepang menjuarai Piala Asia 2000, lolos ke final Piala Konfederasi 2001, dan membawa tim dari Negeri Matahari Terbit itu ke perdelapanfinal Piala Dunia 2002 di kandangnya sendiri. Pelatih berusia 49 tahun yang dijuluki βDokter penyihir putihβ ini pernah menangani timnas Pantai Gading, Burkina Faso, Nigeria, dan Afrika Selatan. Namun ia beberapa kali sempat terlibat konflik interen dengan tim yang ditukanginya.Ketika Piala Asia 2000 diadakan di Lebanon ia mengancam mundur setelah merasa tugasnya direcoki pengurus Asosiasi Sepakbola Jepang. Kini, setelah Troussier dipecat, posisi pelatih kepala Qatar kemungkinan besar akan diserahkan kepada Saeed Al Meshed untuk menghadapi Bahrain besok. (a2s/)











































