Mueller dipanggil ke Jerman saat Piala Dunia lalu pasca penampilan apiknya bersama Bayern Munich di musim itu. Pesepakbola 22 tahun itu pun menunjukkan performa yang sama dengan membawa Jerman tampil impresif di turnamen itu, dan merebut gelar topskorer serta pemain muda terbaik, meskipun negaranya hanya finis di peringkat ketiga.
Setelahnya Mueller pun jadi langganan penghuni tetap tim asuhan Joachim Loew itu. Hingga 2011 ini Mueller sudah 25 kali tampil dan menyumbang 10 gol.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia pun kini jadi salah satu bintang di Real Madrid dan di Jerman, Oezil disebut sebagai Messi-nya Jerman oleh manajernya di timnas Jerman U-21, Horst Hrubesch. Gelandang 23 tahun itu sudah 30 kali tampil dan menyumbang 10 gol.
Di Polandia-Ukraina, boleh jadi Loew akan mengandalkan duet Oezil-Mueller di lini serang menopang satu striker di depan, sesuai skema yang selama ini dipakai.
Harapan untuk merebut titel Eropa ke-3nya pun terbuka lebar jika melihat kian padunya kedua pemain muda itu. Di Kualifikasi lalu, kombinasi Mueller-Oezil menghasilkan delapan gol untuk Jerman dan mereka lolos dengan rekor sempurna di 10 laganya.
"Saya melihat diri saya efektif bermain di belakang striker utama. Saya selalu mengatakan itu dan sampai sekarang masih dilakukan," tutur Mueller kepada situs resmi DFB.
"Mesut sering datang di sisi kanan dengan kaki kirinya dan lalu saya akan masuk ke dalam," sambungnya.
"Untuk permainan saya, saya hanya butuh satu atau dua pemain tambahan di sekitar saya," tuntas Mueller.
(mrp/mfi)











































