Inter Bermasalah, Tevez 'Cari' Perkara

Kilas Balik Sepakbola 2011 (September)

Inter Bermasalah, Tevez 'Cari' Perkara

- Sepakbola
Jumat, 30 Des 2011 13:51 WIB
Inter Bermasalah, Tevez Cari Perkara
Jakarta - Inter Milan bermasalah dengan performanya di atas lapangan saat Liga Italia Seri A menjalani pekan-pekan pertama di sepanjang September. Dari kota Manchester, Carlos Tevez justru cari perkara karena menolak dimainkan.

Javier Zanetti dkk mengawali pekan pertama Liga Italia dengan kekalahan 3-4 dari tuan rumah Palermo. Tiga hari kemudian, di ajang Liga Champions, Inter secara mengejutkan ditumbangkan tim debutan, Trabzonspor, di Giuseppe Meazza. Di pekan kedua Liga Italia melawan AS Roma, La Beneamata hanya bermain imbang tanpa gol.

Massimo Moratti akhirnya kehilangan kesabaran pada Gasperini saat timnya takluk dari tim promosi, Novara dengan skor 1-3. Inter kemudian memutuskan untuk memecat Gasperini. Claudio Ranieri lalu ditunjuk sebagai allenatore anyar dengan kontrak hingga tahun 2013.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dari kancah Eropa, kompetisi antarklub tertinggi di benua biru mulai bergulir pada 14 dan 15 September 2011. Matchday pertama itu sudah menghadirkan big match antara juara bertahan Barcelona dengan AC Milan. Laga di Camp Nou itu berkesudahan imbang 2-2. Sementara itu kejutan terjadi ketika Inter takluk 0-1 dari Trabzonspor di Giuseppe Meazza.

Dari tanah Inggris, kontroversi dihadirkan oleh Carloz Tevez di laga Liga Champions antara Bayern Munich kontra Manchester City. Tevez menolak dimainkan saat Roberto Mancini menunjuknya untuk turun sebagai pemain pengganti. City akhirnya kalah 0-2 dari wakil Jerman itu.

Atas ulahnya itu, The Citizens menjatuhkan hukuman awal pada penyerang asal Argentina itu berupa skorsing selama maksimal dua pekan sambil melakukan penyelidikan. Permasalahan ini juga memperburuk hubungan antara Tevez dengan Mancini.

Dari kualifikasi Piala Eropa 2012, tiga tim sudah memastikan lolos dari babak kualifikasi di bulan September. Jerman menjadi tim pertama yang lolos ke putaran final yang akan digelar di Polandia dan Ukraina. Langkah Jerman kemudian diikuti oleh Italia dan Spanyol.

Beralih ke sepakbola tanah air, Indonesia kedatangan para pemain legenda AC Milan. Mereka yang tergabung dalam tim yang diberi nama Milan Glorie menggelar laga persahabatan dengan Indonesia All Star Legend. Laga itu dimenangi Milan Glorie dengan skor 5-1.

Dari ajang kualifikasi Piala Dunia 2014 zona Asia putaran ketiga, tim nasional Indonesia harus menelan dua kekalahan di dua laga awal. Di pertandingan pertama melawan Iran, β€˜Merah Putih’ takluk dari tuan rumah dengan skor 0-3. Sementara di laga kedua kontra Bahrain, Cristian Gonzales cs tak mampu mampu memaksimalkan dukungan penonton di GBK dan kalah 0-2.

Kekalahan ini berujung pada perpecahan di tubuh tim nasional. Tujuh pemain dikabarkan tak mau lagi bermain di bawah arahan Wim Rijsbergen. Menurut Bambang Pamungkas, sikap itu didasari oleh kekecewaan para pemain terhadap komentar Rijsbergen yang terkesan menyalahkan pemain atas kekalahan yang diderita Indonesia.



(din/krs)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads