ADVERTISEMENT

Kilas Balik Sepakbola 2011 (November)

Beckham, Medali Perak dan 'Duel' ISL vs IPL

- Sepakbola
Sabtu, 31 Des 2011 14:24 WIB
Jakarta - Hadir sejumlah peristiwa yang menyita perhatian di bulan ke-11 tahun 2011. Di kancah domestik di antaranya ada kedatangan LA Galaxy yang dibela David Beckham ke Jakarta dan polemik Indonesia Super League (ISL) "versus" Indonesian Premier League (IPL).

Akhir November 2011, sejumlah megabintang lapangan hijau seperti Beckham, Landon Donovan, dan Robbie Keane menginjakkan kaki di Jakarta, seiring dengan kedatangan LA Galaxy di ibukota Indonesia tersebut.

Sosok Beckham, khususnya, sangat membetot perhatian. Selain karena reputasinya yang masih sangat menjulang, kehadiran Syahrini yang secara "spesial" menyertai aktivitas Beckham di Jakarta juga memberi warna khusus.

Di bawah pengamanan ketat, sejumlah aktivitas dilakoni LA Galaxy di Jakarta. Puncaknya adalah pertandingan kontra Indonesia Selection di hari terakhir bulan November. Laga ini berkesudahan 1-0 untuk kemenangan Galaxy lewat gol Robbie Keane.

Menyoal kekalahan, bulan November juga mengetengahkan kekalahan telak lain untuk Indonesia. Melaju dengan apik sampai final SEA Games XXVI, timnas U-23 Indonesia harus mengakui keunggulan Malaysia lewat adu penalti.

Hasil di cabang olahraga sepakbola itu bukan cuma membuat Indonesia gagal melengkapi kesuksesannya menjadi juara umum, tetapi turut membuat 'Merah Putih' belum juga berhasil menggondol medali emas cabor tersebut setelah lewat dua dekade. Selain itu kegagalan menjadi juara juga bak menegaskan label "spesialis runner-up" untuk Indonesia yang selama setidaknya 15 tahun terakhir lebih sering menempati posisi dua ketimbang jadi juara.

Kegagalan 'Garuda Muda' itu juga melengkapi hasil buruk para seniornya yang pada pertengahan Desember kembali menelan kekalahan di partai fase ketiga kualifikasi Piala Dunia 2014 zona Asia. Sudah tak punya peluang lolos, 'Skuad Garuda' kalah 1-4 dari Iran di Stadion Gelora Bung Karno yang sepi penonton.

Masih di ranah sepakbola lokal, bibit-bibit masalah muncul seiring dengan keinginan PT Liga Indonesia (PT LI) untuk jalan terus dengan ISL-nya. Padahal, ketika itu PSSI menegaskan sudah mengalihkan wewenang pelaksanaan kompetisi resmi ke PT Liga Prima Sportindo (PT LPIS) yang membentuk IPL.

Cap ilegal dari PSSI kepada ISL tidak menyurutkan langkah PT LI yang mencanangkan 1 Desember 2011 sebagai kick-off gelaran tersebut. Dengan dualisme kompetisi, sejumlah klub jadi seperti "kebingungan" menentukan langkah. Salah satu yang coba berkompromi adalah Sriwijaya FC, yang pada 29 November menerangkan akan ikut ISL sekaligus IPL.

"Kebingungan" serupa sepertinya ikut menjangkiti Badan Olahraga Profesional Indonesia (BOPI). Setelah sempat mempersilakan ISL bergulir lewat Ketua Harian BOPI Hario Yuniarto, beberapa hari kemudian BOPI melalui Ketua Umum BOPI Irjen (Purn) Gordon Mogot justru memberikan lampu merah.

Di kancah Asia, pada bulan November Al-Sadd membuktikan sebagai klub terbaik. Di final Liga Champions Asia, klub Qatar tersebut menundukkan wakil Korea Jeonbuk Hyundai Motors lewat adu penalti dengan skor akhir 4-2.

Sementara itu "peluit akhir" untuk kualifikasi Piala Eropa 2012 telah berbunyi seiring dengan terkumpulnya seluruh peserta gelaran tersebut. Genap sudah 16 negara peserta seiring dengan lolosnya Kroasia, Republik Irlandia, Portugal dan Republik Ceko, lewat play-off.

Di Inggris, Manajer Manchester United Sir Alex Ferguson mencatatkan sebuah capaian khusus. Masuk Old Trafford sejak 6 November 1996, si pria asal Skotlandia pun genap seperempat abad menangani 'Setan Merah' pada 6 November 2011.

Kalau MU-Fergie sedang bersuka-ria sebaliknya dengan klub tetangga, Manchester City. Manajer City Roberto Mancini sedang kesal bukan kepalang setelah mantan kaptennya, Carlos Tevez, kembali berulah dengan "pulang kampung" ke Argentina tanpa izin. Tak lagi mau memberi maaf, Mancini pun menegaskan, Tevez takkan bermain lagi untuk City.

Sementara kabar duka datang dari Wales. Gary Speed, mantan pesepakbola yang tenar di kancah sepakbola Inggris dan kini melatih timnas Wales, ditemukan tewas bunuh diri. Simpati dan gelombang duka mengalir untuknya dari sejumlah tokoh penting, termasuk di antaranya PM Inggris David Cameron.

(krs/din)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT