Piala Asia
Pelatih Arab Pasrah Jika Dipecat
Jumat, 23 Jul 2004 16:24 WIB
Jakarta - Gerard van der Lem sedang berada di ujung tanduk. Pria Belanda itu terancam dicopot dari jabatannya sebagai pelatih Arab Saudi apabila tim dari kawasan Timur Tengah itu tidak mampu lolos ke babak perempatfinal Piala Asia 2004.Van der Lem pasti tahu konsekuensi dari sebuah kegagalan, terlebih karena tim yang ia garap adalah salah satu favorit juara. Akankah pemecatan bakal menimpa pelatih berusia 51 tahun itu?“Dalam empat hari ke depan Anda baru akan mengetahunya,” tutur Van der Lem, yang tetap berharap dirinya tidak menjadi pelatih ke-13 yang diberhentikan secara tidak hormat oleh Arab dalam 10 tahun terakhir ini.Jika tak ingin dipecat, maka ia harus membawa timnya mengalahkan Irak di pertandingan terakhir Grup C, hari Senin (26/7/2004) mendatang. Masalahnya, Irak pastikan akan tampil habis-habisan karena tengah mengicar tiket yang sama, lolos ke babak delapan besar.Arab saat ini berada posisi terbawah dengan satu poin. Setelah ditahan Turkmenistan 2-2, Yasser Al Qahtani dan kawan-kawan ditekuk Uzbekistan 1-0 semalam. Di grup ini baru Uzbekistan yang sudah lolos, sementara tiga tim lainnya masih berpeluang.“Kalau Anda ingin menyalahkan saya, terserah. Saya toh bukanlah tukang sulap. Ini adalah kekalahan pertama kami dalam 23 pertandingan,” demikian Van der Lem mencoba membela diri.Faktanya, sejak direkrut usai Piala Dunia 2002, Van der Lem pernah mengantarkan Arab tak terkalahkan dalam 19 pertandingan. Baru Liechtenstein tim yang berhasil menekuk mereka sebelum Uzbekistan, yang terjadi pada bulan April tahun lalu. Meski demikian, federasi sepakbola Arab punya kebiasaan mendepak pelatihnya di sebuah turnamen. Mereka memecat Milan Macala asal Ceko setelah kalah 1-4 dari Jepang di pertandingan pertama Piala Asia 2000.Di Piala Dunia 1998, pelatih kenamaan Brasil Carlos Alberto Parreira disingkirkan setelah Arab dicukup Prancis 4-0 di partai kedua penyisihan grup. Takutkah Van der Lem dengan ancaman pemecatan? Tidakkah lebih baik mundur saja?“Saya tidak merasakan tekanan ekstra,” jawabnya.” Saya senang dengan pekerjaan ini. Kenapa harus berhenti?” (a2s/)











































