Kompetisi untuk negara bagian Benggala Barat (West Bengal) tersebut diselenggarakan oleh Celebrity Management Group (CMG), yang mencoba mengikuti kesuksesan liga utama kriket, yang merupakan olahraga nomor satu di negara tersebut.
CMG menandatangani kontrak berjangka waktu 30 tahun dengan Asosiasi Sepakbola India (IFA) yang bermarkas di Kalkuta, ibukota negara bagian Benggala Barat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kompetisi baru itu hanya akan diikuti enam klub yang mewakili enam kota di Benggala Barat. Penyelenggaraanya pun relatif singkat, dari 25 Februari hingga 8 April.
Untuk menaikkan pamor kompetisi itu, dan khususnya sepakbola lokal, -- timnas India ada di urutan 162 daftar peringkat FIFA -- otoritas liga mencoba mendatangkan pemain-pemain top dunia, walaupu sudah sangat berumur.
Mereka adalah eks bek timnas Italia Fabio Cannavaro, lalu mantan penyerang Argentina, Hernan Crespo, eks penyerang Real Madrid Fernando Morientes, mantan kapten timnas Nigeria Jay-Jay Okocha, gelandang senior Portugal Maniche, eks bintang Lazio Juan Pablo Sorin, legenda hidup Liverpool Robbie Fowler dan eks gelandang Prancis dan Arsenal, Robert Pires.
Ke klub mana mereka akan ditentukan dalam lelang yang akan dilakukan di Kalkuta. Sistem yang sama diberlakukan untuk penentuan keenam pelatih dan 30 pemain per klub.
Di musim pertama setiap tim akan diberi modal sebesar 2,5 juta dolar AS atau sekitar Rp 23 miliar, serta wajib mempunyai enam pemain muda India U-21, dan dibatasi hanya diperkuat empat pemain asing.
"Kami sudah mengontrak tujuh pemain yang akan menjadi 'ikon' untuk acara lelang, dan masing-masing tim akan punya satu pemain itu dengan salary cap senilai 600 ribu dollar AS," tutur Direktur Eksekutif CMG, Bhaswar Goswami, kepada Reuters.
"Kami memulai dengan enam tim tahun ini, semua berada di provinsi Benggala Barat. Tapi kami sudah berencana meluaskan liga ke kota-kota lain di negara ini," sambungnya.
Pires antusias menyambut petualangan baru dalam kariernya itu. Konon pesepakbola 38 tahun itu akan dibayar minimal 395 ribu euro atau sekitar Rp 4,6 miliar untuk kontrak dua bulan.
"Sejak saya tidak bermain lagi di Eropa, kenapa tidak mencoba sesuatu yang benar-benar belum saya kenal? Saya belum pernah ke sana. Saya bangga menjadi orang Prancis pertama yang pergi dan bermain di sana. Delapan minggu itu tidak ada apa-apanya," tutur Pires seperti dilansir Soccernet.
"Jika presiden klub saya menyukai saya, mungkin saja kontrak saya bisa menjadi 790 ribu euro (Rp 9,2 miliar). Itu jumlah uang yang besar. Apakah saya harus protes? Tapi saya ke sana bukan sebagai turis. Ini adalah petualangan baru," pungkasnya.
(mrp/a2s)











































