Dari 18 kali bertarung, tak ada yang mendominasi. Inggris menang lima kali, Belanda empat kali, dan sisanya, sembilan kali, berakhir seri.
Berikut ini sembilan partai "Tiga Singa" versus "Singa Oranye" yang memiliki catatan tersendiri:
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
27 November 1946, Leeds, Inggris 8 Belanda 2
|
Tommy Lawton (ist)
|
Kemenangan itu dimulai oleh Tommy Lawton di menit 20, dan Inggris mendapatkan empat gol lagi dalam selang 15 menit berikutnya. Gol kedua kembali dibuat Lawton (24), lalu Raich Carter (30), Wilf Mannion (34), dan Lawton (35).
Belanda memperkecil skor melalui Ko Bergman di menit 37, tapi Inggris menutup babak pertama dengan skor 6-1 lewat gol Wilf Mannion di menit 44.
Carter mengukir gol kedua di menit 71, dan Lawton mengukir gol keempatnya di pertandingan ini di menit 78. Gol terakhir dicetak Belanda atas nama Kick Smit di sisa tiga menit babak kedua.
23 Maret 1988, Wembley, Inggris 2 Belanda 2
|
(Youtube)
|
Tuan rumah membuka skor melalui top skorer Piala Dunia 1986, Gary Lineker, di menit 13. Itu adalah gol ke-24 Lineker, yang kala itu membela Barcelona, dari 24 pertandingan.
Belanda menyamakannya tujuh menit kemudian via gol bunuh diri Tony Adams. Ia membelokkan arah bola dari crossing datar Jan Wouters, yang sebelumnya menerima umpan Ruud Gullit dan Ronald Koeman.
Belanda berbalik unggul di menit 25. Gullit mengalahkan Kenny Sansom, dan memberikan bola kepada Barry van Aerle. Bek kanan itu lalu melepaskan umpan silang lambung yang berhasil ditanduk John Bosman di depan gawang Peter Shilton.
Adams membayar kesalahannya di babak pertama dengan mencetak gol pertama buat Inggris di babak kedua. Di menit 61 ia menyambar bola lambung dari tendangan bebas Trevor Steven, yang membuat pertandingan berakhir imbang.
15 Juni 1988, Dusseldorf, Belanda 3 Inggris 1
|
Marco van Basten (UEFA.com)
|
Marco van Basten membuat sensasi dengan menciptakan hat-trick ke gawang Shilton, masing-masing di menit 44, 72, dan 76. Inggris hanya satu kali membalas melalui Bryan Robson di menit 53.
Kemenangan itu menaikkan moral Belanda. Di pertandingan berikutnya mereka mengungguli Republik Irlandia 1-0, dan lolos ke semifinal. Di babak empat besar, pasukan Rinus Michel menggasak tuan rumah Jerman 2-1, lalu menundukkan Uni Soviet di final dengan skor 2-0, via gol-gol Gullit dan Van Basten.
16 Juni 1990, Cagliari, Belanda 0 Inggris 0
|
(Youtube)
|
Inggris lebih dominan daripada Belanda, meskipun untuk kali kedua berturut-turut setelah Piala Dunia 1986, mereka kehilangan Bryan Robson karena cedera, sehingga absen hingga akhir turnamen.
Stuart Pearce sempat menjebol gawang Hans van Breukelen lewat tendangan bebas, tapi wasit menganulir karena free kick itu semestinya tidak langsung. Sebelumnya sebuah gol Lineker juga tidak disahkan oleh wasit.
Pertandingan imbang tanpa gol. Di akhir babak grup Inggris duduk di puncak klasemen, Belanda nomor tiga di bawah Irlandia. Inggris melaju sampai semifinal, Belanda langsung kandas di babak knockout oleh Jerman, dengan skor 1-2, yang ditandai dengan insiden peludahan Frank Rijkaard pada Rudi Voeller.
28 April 1993, Wembley, Inggris 2 Belanda 2
|
(Youtube)
|
John Barnes membuka skor dengan cepat, saat kickoff baru berjalan 65 detik. David Platt menggandakan keunggulan The Three Lions di menit 23.
Dennis Bergkamp mengembalikan harapan Belanda lewat golnya di menit 35. Peter van Vossen menyamakan kedudukan lima menit menjelang akhir pertandingan lewat tendangan penalti, setelah Bergkamp dijatuhkan Des Walker di kotak terlarang.
13 Oktober 1993, Rotterdam, Belanda 2 Inggris 0
|
(Youtube)
|
Kontroversi di pertandingan ini adalah ketiga Koeman menjatuhkan David Platt. Inggris minta penalti tapi tidak dikabulkan wasit, karena pelanggaran itu terjadi sedikit di luar kotak penalti. Namun Koeman cuma diganjar kartu kuning, meskipun posisi Platt saat ia jatuhkan tinggal berhadapan dengan kiper Ed de Goey. Belakangan wasit mengakui bahwa ia seharusnya memberi hadiah penalti buat Inggris, namun tidak jadi karena penilaian hakim garis.
Beberapa menit setelah insiden itu, Koeman membuat gol pertama melalui tendangan bebas. Free kick dilakukan dua kali. Yang pertama, Paul Ince bergerak lebih dulu sebelum Koeman menendang, dan ia dikartukuning. Yang kedua, Roeman mencungkil bola dan menjebol gawang David Seaman.
Di akhir babak kualifikasi tersebut Belanda dan Norwegia lolos ke putaran final, Inggris tersingkir. Itu kali ketiga Inggris tidak lolos ke Piala Dunia setelah 1974 dan 1978.
18 Juni 1996, Wembley, Inggris 4 Belanda 1
|
Alan Shearer, Teddy Sheringham (AFP)
|
Duet penyerang Alan Shearer dan Teddy Sheringham memperlihatkan kehebatannya di lini depan. Mereka silih berganti mengoyak gawang Edwin van der Sar. Shearer memulainya di menit 23 melalui tendangan penalti, setelah Paul Ince dilanggar Danny Blind.
Sheringham menggandakan keunggulan Inggris dengan merampungkan assist Paul Gascoigne di menit 51. Enam menit kemudian Shearer membuat gol lagi, Sheringham me-rebound tendangan Darren Anderton yang diblok Blind dan Van der Sar di menit 62. Patrick Kluivert menyumbang gol hiburan untuk Belanda di menit 78.
Dari hasil itu Inggris keluar sebagai juara grup, lalu menang adu penalti atas Spanyol di perempatfinal, namun dihentikan Jerman di semifinal, juga lewat adu penalti. Belanda menjadi runner-up grup di bawah Inggris, dan langsung disingkirkan Prancis di babak delapan besar lewat adu penalti.
15 Agustus 2001, London, Inggris 0 Belanda 2
|
(AFP)
|
12 Agustus 2009, Amsterdam Arena, Belanda 2 Inggris 2
|
(AFP)
|
Tuan rumah unggul lewat Dirk Kuyt (menit 10) dan Rafael van der Vaart (38), memanfaatkan kesalahan Rio Ferdinanda dan Gareth Barry. Defoe menjadi pahlawan dengan gol pertamanya di menit 49, lalu menuntaskan umpan James Milner di menit 77.
Halaman 2 dari 10











































