Era Pelatih Baru Dimulai
Selasa, 03 Agu 2004 18:56 WIB
Jakarta - Juergen Klinsmann, Hristo Stoickhov, dan Marco Van Basten baru saja terpilih menjadi pelatih timnas negara masing-masing. Meski terhitung baru, bukan tak mungkin mereka berhasil mengantar skuadnya berprestasi maksimal. Menyebut nama Juergen Klinsmann, Hristo Stoickhov, dan Marco Van Basten benak anda tentu langsung melayang kepada nama-nama striker yang berjaya di era 90-an. Siapa tak kenal Klinsmann? Penoreh 47 gol dalam 108 penampilan bersama tim panser ini merupakan mantan kapten Jerman yang memenangkan Euro 1996. Tak hanya itu, Klinsmann juga punya segundang pengalaman bermain di Inggris, Italia, dan Jerman. Begitupun Stoickhov. Ia merupakan pahlawan negerinya Bulgaria kala meraih peringkat tiga di Piala Dunia 1994. Di klub kaya Spanyol Barcelona, top skor Piala Dunia 1994 itu juga dipuja bak dewa. Bagaimana dengan Van Basten? Seperti halnya Klinsmann, namanya juga sangat harum di Belanda. Pemilik 58 cap "Oranje" dengan torehan 24 gol itu merupakan kunci permainan Belanda kala meraih satu-satunya gelar internasional mereka, Euro 1988.Bersama rekannya Frank Rijkaard dan Ruud Gullit, Van Basten membentuk "trio" yang melegenda di Italia lewat torehan tiga gelar Seri A dan tiga gelar liga champions. Prestasi kinclong ketiga striker utama itu ditorehkan mereka kala menjadi pemain. Setelah pensiun sebagai pemain, kini mereka dihadapkan kepada tugas baru, yaitu sebagai pelatih. Sulit memang mempercayai kalau tiga pelatih "bau kencur" itu bisa terpilih melatih timnas. Bagaimana tidak, meski punya prestasi mentereng sebagai pemain, baik Klinsmann, Stoickhov, maupun Van Basten punya pengalaman melatih yang sangat minim. Klinsmann memang memiliki sertifikat pelatih, namun sebelum ditunjuk sebagai pelatih Jerman, ia belum pernah menggunakan sertifikat itu. Stoickhov dan Van Basten masih lumayan. Stoickhov pernah menjadi pelatih di klub peserta MLS (Major League Soccer) D.C United selama satu tahun. Sementara Van Basten pernah melatih di klub junior Ajax Amsterdam. Tak heran kemampuan mereka melatih sangat diragukan. Belum lagi kenyataan kalau Klinsmann, misalnya, terpilih menjadi pelatih panser setelah tiga kandidat terkuat yaitu Ottmar Hitzfeld, Otto Rehhagel, dan Cristophe Daum tak bersedia untuk menerima tawaran DFB (asosiasi sepakbola Jerman). Meski beresiko, para asosiasi tampaknya berprinsip bukan haram hukumnya menggunakan bekas pemain menjadi pelatih. Toh, tak sedikit pelatih yang dulunya merupakan pemain top yang pernah mempersembahkan prestasi buat klub atau timnas yang ditukanginya. Libero legendaris Franz Beckenbaur, misalnya, sukses sebagai pelatih yang mengantar Jerman menjuarai Piala Dunia 1990. Demikian pula Dino Zoff yang membawa Italia menjadi finalis Euro 2000, atau Rudi Voeller yang mengantar Jerman menjadi finalis Piala Dunia 2002. Meski diragukan, kiprah para pelatih muda ini akan mendapatkan pembuktian satu hingga dua tahun mendatang. Kalau berhasil, tentunya mereka bakal menambah panjang deretan bekas pemain yang berhasil kala menukangi timnas. (mel/)











































