Cina ke Final Lewat Adu Penalti

Piala Asia

Cina ke Final Lewat Adu Penalti

- Sepakbola
Rabu, 04 Agu 2004 00:11 WIB
Jakarta - Tuan rumah Cina menembus final Piala Asia pertamanya dalam kurun waktu 20 tahun setelah mengalahkan 10 pemain Iran melalui drama adu tendangan penalti, Selasa (3/8/2004) malam WIB.Pada tos-tosan mereka menang 4-3 setelah kedua tim bermain 1-1 selama 120 menit. Inilah kemenangan pertama Cina atas Iran dalam waktu satu dekade, sekaligus memperpanjang rekor tak terkalahkannya dalam 19 pertandingan sejak Desember 2003.Meski demikian tim asuhan pelatih asal Belanda Arie Haan itu memerlukan perjuangan keras untuk bisa mengalahkan Iran, yang sejak awal babak kedua harus bertarung dengan 10 pemain. Bek Sattar Zare diusir dari lapangan setelah mendorong dada gelandang Shao Jiayi sampai jatuh.Cina juga sempat dicekam kekhawatiran tatkala algojo penalti kedua, Zhao Juhzhe, gagal menyarangkan bola ke jala lawan. Untung buat mereka, algojo keempat dan kelima Iran tak mampu menjalankan tugasnya dengan baik sehingga Cina keluar sebagai pemenang.Bertanding di depan puluhan ribu pendukungnya di Workers Stadium, Cina lebih dulu mencetak gol pada menit 19. Dari lapangan tengah Shao menyuguhkan bola kepada striker gaek Hao Haidong yang berlari ke kotak penalti lawan. Kendati diganggu seorang bek Iran, ia masih bisa mengembalikan bola kepada Shao yang tanpa membuang waktu langsung melepaskan tembakan keras dengan kaki kiri ke pojok kanan gawang kiper Ebrahim Mirzapour.Enam menit kemudian Hao terpaksa ditarik keluar dengan kepala berdarah setelah bertabrakan dengan Ebrahim. Ia digantikan Sun Jihai, gelandang Manchester City yang selama turnamen ini lebih sering dijadikan sebagai pemain cadangan.Akan tetapi keunggulan Cina tidak bertahan sampai turun minum. Tujuh menit sebelum babak pertama selesai Iran berhasil menyamakan kedudukan melalui tendangan keras Sayyed Alavi. Ia menaklukkan kiper Liu Yunfei setelah menerima umpan manis Ali Karimi, yang mencetak hat-trick saat Iran memukul Korea Selatan 4-3 di babak semifinal.Sejak Sattar Zare dikartu merah, yang menyebabkan dirinya meninggalkan lapangan dengan air mata bercucuran, Cina terus mengurung pertahanan Iran. Banyak peluang emas didapat, tapi hampir semuanya gagal membuahkan gol karena jeleknya penyelesaian akhir. Iran juga beberapa kali mengancam Cina lewat serangan balik yang digalang Ali Daei, Karimi, dan Mehdi Mahdavikia. Peluang-peluang tersebut pun urung menjadi gol karena finishing touch yang tidak sempurna.Kejadian kontroversial terjadi di pertengahan babak kedua. Wasit hanya memberi kartu kuning kepada seorang pemain Cina yang jelas-jelas menekel dari belakang Ali Karimi di saat penyerang Iran itu berpeluang besar mencetak gol. Keputusan tersebut mengundang protes dari kubu Iran termasuk dari bangku ofisial.Sial bagi Iran. Sayyed Alavi, yang telah digantikan pemain lain, diberi kartu merah dan diusir dari bangku cadangan karena dianggap kelewat batas dalam memprotes wasit.Pertandingan tetap berkesudahan 1-1 kendati babak 2 X 15 menit telah dimainkan, di mana masing-masing kesebelasan memiliki beberapa kans untuk mencetak gol. Adu penalti pun diadakan untuk mencari pemenangnya.Dari kubu Cina, hanya Zhao Junzhe yang gagal menyarangkan bola setelah tembakannya mengenai tiang gawang. Iran punya dua algojo yang mandul, yakni penenang keempat Eman Mobati yang sepakannya menerpa mistar, serta algojo kelima Yahya Golmohammadi yang tendangannya terlalu lemah sehingga dapat diamankan Liu Yunfei.Di babak final Cina akan bertemu juara bertahan Jepang, yang di babak semifinal lain menghempaskan Bahrain 4-3. Partai pamungkas akan digelar hari Sabtu (7/8/2004). (a2s/)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads