Advocaat Keluarkan Unek-Uneknya
Kamis, 05 Agu 2004 05:09 WIB
Jakarta - Dick Advocaat tampaknya masih sakit hati dengan perlakuan orang-orang Belanda terhadap dirinya. Ia curhat habis dan menyerang pers, Frank de Boer sampai Marco van Basten.Menurutnya, penunjukan Van Basten sebagai pelatih baru Tim Oranye lebih disebabkan oleh besarnya dukungan media massa. Ia lalu mengingatkan orang agar tidak silau dengan prestasi yang bersangkutan sewaktu jadi pemain.βMarco punya dukungan yang diperlukan dari kalangan media. Tapi, betapapun van Basten besar sebagai pemain, sebagai seorang pelatih ia masih dalam tahap belajar,β ungkap Advocaat kepada majalah De Voetbaltrainer yang dilansir Sportinglife, Rabu (4/8/2004).βBahkan Van Basten tidak bisa mengizinkan dirinya untuk melakukan hal-hal gila sebagai pelatih Belanda. Saya penasaran ingin melihat bagaimana dia melakoni perannya ini tanpa pengalaman,β sambungnya.Advocaat, yang melepas jabatan pelatih Belanda pasca tergusur di semifinal Euro 2004, menegaskan betapa seorang pelatih memerlukan dukungan yang kuat dari banyak pihak. Dan dukungan itu tidak ia dapatkan selama menukangi timnas negaranya.βSaya sudah merasakannya sejak ditunjuk sebagai pelatih. Waktu itu koran De Telegraaf dan Voetbal International jelas menginginkan figur dari generasi 1988 yang punya link dengan Johan Cryuff. Pada poin itulah perang melawan saya dimulai.βBekas pelatih PSV Eindhoven dan Glasgow Rangers itu juga menyempatkan diri menyindir beberapa orang yang doyan menyerangnya. Salah satunya adalah rekan seangkatan Van Basten yang kini menukangi Ajax Amsterdam, Ronald Koeman.βJika Anda berada di dalam hotel selama berminggu-minggu untuk bekerja buat stasiun TV, Anda mungkin merasa diwajibkan mengemukakan hal-hal yang provokatif,β ujarnya tentang Koeman yang selama Euro 2004 bertugas sebagai komentator TV.Yang juga kena sindir Advocaat adalah Frank de Boer. Ia merasa kecewa dengan pernyataan bekas kapten timnya itu tak lama setelah Belanda dikalahkan Portugal di semifinal Euro. Ketika itu De Boer menyebut Advocaat terlalu terpengaruh oleh tekanan media.βPadahal saya selalu berdiri di belakang Frank,β imbuh Advocaat. βDia adalah pemain pertama yang saya janjikan akan tetap saya bawa ke Portugal, apapun yang terjadi.β (a2s/)











































