Harga-harga penginapan yang melambung itulah yang kemudian mengundang kekhawatiran. Sebuah hotel di dekat stadion yang terletak di kota Donetsk mematok harga 3.600 euro (sekitar Rp 44 juta) pada malam dihelatnya laga semifinal.
Bagaimana dengan pilihan lainnya? Anda bisa saja menginap di sebuah hostel yang mematok harga 1.400 euro (sekitar 17 juta) atau mendirikan tenda di sebuah tempat perkemahan dengan harga 120 euro (sekitar Rp 1,4 juta). Padahal, pada hari biasa tempat perkemahan itu hanya mematok harga 70 euro (sekitar Rp 850 ribu).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ada perbedaan besar dengan di Polandia. Harga-harganya juga naik, tapi masih jauh lebih terjangkau," lanjut sang agen.
Dengan harga penginapan yang melambung tinggi, para suporter dari negara-negara yang bertanding bisa jadi akan mempersiapkan kantong tidur untuk dibawa-bawa.
Empat tahun silam di Swiss, detikSport menemukan fakta bahwa tak sedikit suporter memilih tidur di tempat yang tak lazim, seperti di stasiun kereta. Mereka tidur di emper-emper toko di dalam stasiun. Tetapi, mereka sudah siap bepergian karena banyak yang membawa matras, kantung tidur atau sleeping bag.
Sementara itu, banyak yang lainnya memilih untuk menghabiskan waktu di Fan Zone atau kafe-kafe maupun warung-warung tenda "dadakan" hingga larut malam.
(roz/krs)










































